|
Metro
Ingin Tunjukkan Rapor, Ulafah Temukan Ayahnya Tewas Gantung Diri
27 Juni 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ulfalah yang memperoleh rangking delapan di SD Kebayoran Lama Utara, tidak sempat menunjukkan rapornya ke ayahnya. Daliman alias Herman, 37 tahun, sang ayah, ditemukan tewas Jumat (27/6) pagi, di lantai atas rumahnya di Kampung Dukuh RT 11 RW 06, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan.
Pagi itu, Ulfa bersama Zuhariyah (ibunya) dan Nisa, kakaknya yang duduk di kelas I SMP, baru mengambil rapor. Karena mendapat prestasi bagus, Ulfa segera pulang ke rumahnya untuk memberitahukan ke ayahnya. Malang, ia menemukan ayahnya yang berasal dari Wonosari, Gunung Kidul, tewas gantung diri menggunakan kain di lantai atas rumahnya.
Menurut Tuminah, tetangga korban, Herman pernah melakukan upaya bunuh diri beberapa waktu lalu di tempat kakaknya di Citayam, Depok. “Namun waktu itu berhasil dicegah,” katanya.
Sehari-hari, Herman bekerja sebagai tukang bangunan. Zuhariyah menjelaskan, sudah dua tahun ini suaminya tidak bekerja karena sakit. “Sakitnya macam-macam, mulai sakit kepala hingga pinggang,” katanya. Dia sudah membawa Herman berobat ke dokter dan orang pintar, namun penyakin itu tidak kunjung sembuh. “Seringkali ia mengucapkan ingin mati saja karena merasa putus asa akan penyakitnya itu.”
Kepergian Herman membawa kedukaan bagi keluarganya. Rumah yang terletak di gang sempit itu mendadak dipenuhi hujan tangisan. Tempo News Room menyaksikan Ulfa yang terus menerus menangis, begitu juga Zuhariyah. Hanya Nisa, anak tertua yang membacakan Surat Yasin di depan jenazah ayahnya.
(Poernomo G. Ridho—Tempo News Room)
|