|
Metro
Jakarta Timur Akan Tambah Stasiun Kereta
26 Juni 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota DPRD Jakarta Mukhayar menjelaskan pengembangan kawasan Timur Jakarta segera terwujud apabila ada partisipasi warga. “Pengembangan kawasan itu telah masuk dalam rencana strategi daerah,” ujarnya dalam dialog antara DPRD dan Dewan Kelurahan di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (26/6).
Menurut Mukhayar dalam rencana strategi ada beberapa proyek pembangunan sarana wilayah, seperti Banjir Kanal Timur (BKT), proyek terminal Pulo Gebang, dan pembangunan stasiun. “Semuanya akan berpusat di sentra primer,” ujarnya.
Selanjutnya Mukhayar mengatakan, pemerintah mengharapkan partisipasi warga atas berbagai pelaksanaan proyek tersebut. Saat ini pemerintah menghadapi masalah pembebasan tanah dalam berbagai proyek tersebut. Misalnya proyek BKT, dimana warga minta ganti rugi diatas Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Mukhayar menambahkan, sampai saat ini ada 70 titik banjir di Jakarta. Apabila BKT terlaksanakan di 14 titik banjir akan berkurang. Ia menginginkan, agar Dewan Kelurahan ikut memikirkan dan menjembatani persoalan pembebasan tanah. “Bagaimana tanah tersebut dapat dibeli sesuai dengan NJOP,” ujarnya.
Forum yang dihadiri seluruh komisi di DPRD, juga dibahas berbagai persoalan seperti persoalan pedagang kaki lima, masalah pelayanan dan kenaikan tarif air minum, juga masalah peran dan Dewan Kelurahan dalam pemerintahan kota. Banyak anggota Dewan Kelurahan masih belum jelas, bagaimana lembaga itu semestinya harus dijalankan. Pihak DPRD berjanji, secara berkala akan terus mengadakan komunikasi dan konsultasi dengan Dewan Kelurahan. (Fatih Gama A—Tempo News Room)
|