TEMPO Interaktif, Jakarta:Kebocoran pipa PT Thames Pam Jaya (TPJ) di Cawang yang terjadi kemarin disebabkan usia pipa sudah cukup tua. Pipa itu sudah dipasang sejak pemerintah penjajahan Belanda berkuasa di Indonesia. Penyebab lainnya, pipa itu ketika dipasang pertama kali bukan berada di tengah jalan, sehingga ketika ada pengembangan jalan keberadaan pipa itu tepat di tengah jalan dan dalam kedalaman dua meter di bawah permukaan tanah.
“Sehingga getaran para pengendara motor menggangu ketenangan pipa yang memang sudah waktunya diganti,” kata Ramses Simanjuntak, Communication Director TPJ ketika dihubungi Tempo News Room melalui telepon, Selasa (17/6). Kebocoran pipa memang dapat disebabkan tekanan air yang cukup besar, bertambahnya beban, dan getaran di suatu wilayah.
Diakuinya, PT Thames tidak memiliki data dimana saja letak pipa-pipa lama peninggalan pemerintah Belanda itu. Thames memiliki 10 ribu kilo meter pipa, 40 persennya merupakan pipa lama. Selain itu, “sulit memilah mana yang pipa tua dan yang baru karena letaknya dua meter di bawah permukaan tanah, seperti yang berada di Cawang itu,” katanya. Kedalaman letak pipa di atas dua meter memang dikhususkan bagi pipa besar yang berdiameter 60 hingga 80 sentimeter, sedangkan pipa kecil letaknya berada di atas 1,2 meter.
Ia menjelaskan, saat ini Thames sedang memasang pipa besar berdiameter 80 sentimeter di wilayah Jakarta Utara untuk perluasan jaringan. Pemasangan pipa ini dilakukan di daerah Marunda dan Kawasan Berikat. Thames, kata Ramses, pada tahun ini berencana memasang pipa baru 1043 kilo meter dan berencana melakukan rehabilitasi pipa tua sepanjang 536 kilo di daerah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. “Tapi ini baru rencana. Kami masih menunggu persetujuan dari PAM Jaya,” ujarnya.
Upaya lain mengatasi kebocoran pipa bisa dilakukan dengan pembacaan meteran yang benar dan teliti dan melakukan pengawasan ketat daerah mana saja yang melakukan sambungan pipa secara ilegal. Thames juga mengharapkan warga bersedia memberitahu jika mendapati tetangganya menggunakan pompa agar rumahnya mendapatkan aliran air cukup besar tapi menghambat warga lain menerima air seperti biasa.
Hingga kini, seperti dikatakan Ramses, investasi yang sudah ditanamkan Thames sebesar Rp 481,1 miliar. Tiap detik Thames dapat memproduksi air 9.050 liter. Jumlah pelanggan hingga kini sudah mencapai 344.291 warga.
(Istiqomatul Hayati—Tempo News Room)