Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Warga Rawa Buaya Keracunan Makanan
17 Juni 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejumlah warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat sampai Selasa (17/6) siang ini masih dirawat di Rumah Sakit Sumber Waras, Tarakan, dan Cengkareng setelah keracunan makanan. Polsek Cengkareng masih menyelidiki keracunan yang dialami 31 warga yang menelan makanan syukuran keluarga Neneng dan Basariddin.

Senin (16/6) malam, pasangan tersebut mengundang tetangga untuk syukuran kelahiran putrinya, Nirmalasari. Usai acara, dibagikan 60 besek makanan kepada tetangganya yang tinggal di Jalan Dharma Wanita IV, Rawa Buaya. Menurut Kanitreskrim Polsek Metro Cengkareng Iptu Supriyanto, makanan itu berisi nasi kuning, ayam sambal, dan mie bihun. Supriyanto menambahkan, daging ayam itu dibeli Mutia, salah satu keluarga Neneng, di pasar Cengkareng sebanyak 10 ekor ayam.

Setelah dimakan, anak Khofifah, saudara Neneng, mengalami muntah-muntah. Ternyata, kejadian yang sama dialami pula oleh tetangga lainnya. “Menurut warga, gejala keracunan itu diawali dengan muntah-muntah, kepala pusing dan badan lemah,” kata Supriyanto. Akhirnya, warga yang keracunan dibawa ke rumah sakit terdekat dan Puskesmas. Sampai saat ini, beberapa warga masih dirawat di sejumlah rumah sakit dan klinik di Jakarta Barat.

Polisi sudah menyita sisa makanan sebagai barang bukti. Menurut Supriyanto, pihaknya telah meminta keterangan saksi, yakni Mutia dan Khofifah. Mutia adalah orang yang membeli ayam dan memberi bumbu sedangkan khofifah bertugas sebagai pencuci ayam. Kepada polisi Mutia menjelaskan, siang hari makanan tersebut sempat dimakan suami dan anak-anaknya namun, tidak terjadi apapun. Supriyanto tidak menjawab dugaan korban sudah memakan bangkai ayam yang kini ramai dibicarakan. “Kami belum tahu, semua masih menunggu hasil pemerikaan Lakkrim Mabes Polri. Semua sampel makan sudah kami kirim ke sana,” katanya. (Yandhrie Arvian –Tempo News Room)


Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data