TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Kereta Api Indonesia Divisi Jabotabek saat ini sedang mengintensifkan razia penumpang di atas atap kereta api untuk menekan angka kecelakaan. Humas PT Kereta Api Divisi Jabotabek Zainal Abidin mengatakan, razia yang dilakukan sejak 5 Juni 2003 bersama aparat TNI dan polisi itu telah menangkap ratusan orang.
“Penumpang yang tertangkap diwajibkan untuk menangkap penumpang lain yang berada di atas atap kereta api,” kata Zainal, Selasa pagi (17/6), sebelum semiloka “Peran Serta Guru Dalam Menciptakan Budaya Tertib Berkereta Api di Jabotabek”.
Operasi penumpang di atas atap kereta api tersebut, kata dia, merupakan upaya Divisi Jabotabek untuk menghindari semakin banyaknya korban jiwa yang jatuh dari atas atap kereta api. “Rata-rata delapan orang meninggal dalam satu bulan karena jatuh dari atas atap kereta,” katanya.
Razia itu juga merupakan respons atas keluhan para penumpang kereta api tentang banyaknya tawuran antarsiswa. Penumpang yang berada di atas atap kereta api dan melakukan tawuran sebagian adalah anak-anak sekolah. Karena itu, pihak PT Kereta Api mengadakan semiloka bersama para guru untuk menciptakan tertib berkereta api.
Dengan beberapa upaya dari pihak kereta api bekerjasama dengan guru-guru sekolah, diharapkan penumpang kereta api bisa dihilangkan.
(Putri Alfarini-Tempo News Room)