TEMPO Interaktif, Jakarta:Anak-anak yang menderita kanker bakal mendapat ruang rawat terisolasi yang baru di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUPN) Cipto Mangunkusumo.
Ruang untuk pasien berusia 0 sampai 16 tahun itu diperlukan, karena setelah penderita kanker dimasuki obat mereka harus diisolasi dan tidak boleh bercampur dengan anak-anak penderita penyakit lainnya. ”Kalau bercampur dengan anak-anak penderita penyakit lain akan cepat tertular. Karena kondisi tubuh mereka sangat lemah,” kata Rahmi A.T Tahir, Ketua Direksi Pelaksana Yayasan Konkologi Anak Indonesia (YOAI) usai acara peresmian penggunaan ruang rawat isolasi itu di RSCM, Senin (2/6).
Dijelaskan Rahmi, persentase penyembuhan anak berpenyakit kanker cukup besar. “Dulu anak saya menderita leukimia sewaktu berusia 8 bulan dan bisa sembuh total, sekarang usianya 14 tahun,” katanya.
Menurut Djayadiaman Gatot, Kepala Bagian Hematologi dan Ontologi, persentase kemungkinan anak terkena kanker sekitar 2-3 persen dari seluruh kanker pada manusia. Sedangkan kemungkinan dari seluruh anak kira-kira sekitar satu dari setiap 150.000 anak. “Tingkat kebutuhan masyarakat sangat mendesak, berbicara pengobatan penyakit kanker ruang isolasi mutlak harus ada,” katanya. Ruang isolasi ini, lanjutnya sudah diinginkan sejak sekitar 15 sampai 20 tahun yang lalu tapi RSCM belum memiliki dana. Di Jakarta baru beberapa rumah sakit yang punya fasilitas itu, misalnya rumah sakit Darmais, Fatmawati, RSPAD Gatot Subroto, dan Harapan Kita.
Fasilitas ruang rawat isolasi masih sangat minim, apalagi untuk masyarakat kelas bawah. “ Pasien mengisi formulir dahulu kemudian direkomendasi dari dokter lalu akan kami survei,” kata Rahmi. Yayasan Konkologi bekerjasama dengan YKI dan JPS dari RSCM memang membantu pengobatan tersebut.
Menurut Dokter Merdias Almatsier YOAI hanya membantu memperbaiki fasilitas agar lebih baik. Memperbaiki ruangan agar lebih nyaman, menyediakan peralatan dan tempat tidur agar lebih baik nyaman. “Jadi tarif per ruangan tetap karena termasuk kelas dua per kamarnya Rp 50.000.”.
Awalnya lanjut Rahmi, RSCM memerlukan ruang isolasi untuk anak karena memang memiliki. Lalu yayasan mencari para donator (yang nama-nama donator digunakan sebagai nama ruang isolasi tersebut). Akhirnya pembanguan ruang rawat isolasi yang sudah direncanakan sejak tahun 2002 itupun dibangun. “ Mulai hari ini kami beroperasi,” katanya. (Putri Alfarini—Tempo News Room)