|
Metro
Protes Tegangan Tinggi, 50 Warga Ciseeng Mogok makan
02 Juni 2003
TEMPO Interaktif, Bogor:Sekitar 50 warga Kampung Malang Tengah, Kecamatan Ciseeng, Bogor, sejak pukul 09 WIB Senin (2/6) mogok makan untuk memprotes jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). Mereka menuntut PT PLN membayar ganti rugi terhadap tanah mereka yang dipakai jaringan di atas 20 kilovolt itu. Aksi mogok makan ini didukung ratusan warga Ciseeng dengan menggelar puluhan spanduk berisi tuntutan ganti rugi.
Pelaku mogok makan yang terdiri dari 20 wanita dan 30 pria berusia 16-25 tahun itu mendirikan tenda berwarna coklat dan alas tikar. Tenda berukuran 4 X 6 meter itu tampak penuh diisi 50 orang.
“Kami akan terus melakukan aksi mogok makan hingga tuntutan dikabulkan. Jika tidak, kami akan melakukan aksi yang keras lagi,” tutur Heri Gunawan, 25 tahun, humas Persatuan Pemuda Perjuangan SUTET Ciseeng kepada Tempo News Room. Aksi yang lebih keras itu, kata dia, yakni memboikot jalan selama satu minggu, bahkan akan merobohkan tiang SUTET.
Menurut Heri, aksi ini mendapat dukungan dari 200 keluarga atau 1.999 jiwa. Para pemuda itu mengaku mewakili orang tua mereka dalam menuntut ganti rugi ke PLN. Aksi ini kelanjutan tuntutan warga yang sejak dibangun SUTET tidak pernah ada ganti rugi tanah. “Harga tanah saat ini Rp 80 ribu per meter persegi,” katanya.
Syahfudin, koordinator warga Ciseeng, mengatakan warga minta ganti rugi dengan harga yang berlaku sekarang karena sejak dulu tidak pernah ada ganti rugi.
(Deffan Purnama)
|