Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Anak Sekolah Ramai Kunjungi Monas
17 Mei 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Libur yang cukup panjang pada pekan ini dimanfaatkan warga menikmati Monumen Nasional (Monas). Ratusan pengunjung Sabtu (17/5) siang mengantre untuk memasuki bangunan bersejarah tersebut. “Liburan kali ini pengunjung cukup banyak. Tapi belum dapat disebutkan angka pastinya,” kata Verony Sembiring, pengawas piket yang bertugas kepada Tempo News Room.
Menurut Verony, pengunjung kebanyakan anak sekolah atau keluarga yang memiliki anak usia sekolah. “Biasanya rombongan. Hari ini saja ada empat rombongan, dua dari Jakarta, satu dari Nganjuk, dan satu dari Surabaya,” ujarnya. Untuk rombongan dipatok minimal terdiri dari 20 orang dan mereka mendapat diskon tarif sebesar 25 persen.

Meski pengunjung cukup ramai, namun pedagang yang berjualan di Monas tidak meningkat pendapatannya. Menurut mereka, sejak Monas dipagar dagangan tidak terlalu laku lagi. Kondisi itu diperparah dengan aksi pengeboman di beberapa tempat di Jakarta, wabah virus SARS dan keamanan lainnya yang mengkhawatirkan turis asing datang.

”Yah, biasanya sehari souvenir bisa laku satu atau dua, sekarang satu bulan ngelakuin satu saja, susah banget,” kata Asep, pedagang souvenir kepada Tempo News Room, Sabtu (17/5) siang. Ia mengaku telah berdagang postcard dan hiasan berupa suling terbuat dari tulang selama 15 tahun di sini.

Menurut Asep, pengunjung domestik memang tetap banyak melihat Monas. “Tapi biasanya mereka jarang membeli, paling makanan dan itupun tidak terlalu banyak,” tambahnya. Selama ini, pedagang menggantungkan nasibnya pada turis asing, terutama dari Taiwan. Udin, juru potret, mengakui saat ini sepi permintaan. “Dulu turis suka datang lihat-lihat. Mereka kan suka foto-foto, terus beli dagangan lain, “ kata Udin.

Sebelum ke Monas, biasanya turis memotret gedung Istana Negara. Sekarang, menurut Asep, pegawai Keamanan dan Ketertiban DKI sering mengusir rombongan turis yang ingin memotret di sekitar Medan Merdeka. “Padahal kan mereka paling motret cuma lima menit, terus pergi, “ katanya. (Anastasya—Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data