|
Metro
Nelayan Temukan Mortir di Kepulauan Seribu
14 Mei 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Unit Tim Gegana Mabes Polri Inspektur Polisi Satu Deary Stone Supit menjelaskan mortir yang ditemukan nelayan di sekitar Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara masih aktif. “Walaupun sudah puluhan tahun, bukan berarti tidak aktif. Bagian luarnya memang berkarat, namun dalamnya mungkin masih bekerja. Hanya daya ledaknya tidak sekuat kondisi awal,” ujarnya, Rabu (14/5).
Petugas membawa mortir sepanjang 30,9 cm dan diameter 4 cm dari rumah Rusdiono, 29 tahun, warga Muara Angke Rt 10/01, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara ke Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.
Minggu (11/5) pagi, Rusdiono berasama tiga rekannya yakni Sudorno, Rusnadi, dan Doyok mencari ikan di sekitar Pulau Damar. Ketika jala ditebar ternyata nyangkut dengan sebuah logam berbentuk bulat. Keempat nelayan itu beramai-ramai menarik dan mengangkat benda berkarat tersebut.
Awalnya mereka tidak tahu kalau benda itu sebuah bom yang masih aktif. Rusdiono bermaksud menjual dan menukar dengan piring. Untuk itu dia menyimpang logam tersebut di dalam perahunya dan sempat mencucinya dengan air laut.
Selasa (13/5) sore Rusdiono melihat acara di televisi tentang keberangkatan pasukan TNI ke Aceh. Ia melihat mortir dan ternyata mirip dengan benda yang ditemukannya saat mencari ikan. Akhirnya ia melapor penemuan tersebut ke Polsek Penjaringan pada Rabu (14/5) pagi.
Kapolsek Penjaringan Komisaris Polisi Krishna Murti mengakui sebelumnya ada penemuan serupa. “Ditemukan juga di laut. Kemungkinan mortir ini merupakan peninggalan sisa-sisa perang zaman dulu,” katanya. Ia menghimbau nelayan agar berhati-hati dan segera melapor jika menemukan mortir atau benda-benda lain yang berbahaya. “Nelayan juga sudah banyak yang tahu. Mereka sudah dilarang memakai bahan peledak untuk mencari ikan “ ujarnya. (Yandi – Tempo News Room)
|