Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Polda Periksa Perwira yang Akan Ditemui Eni
12 Mei 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Pol. Prasetyo membenarkan ada perwira pertama yang akan ditemui Eni, tersangka pembawa bom. “Memang ada perwira pertama yang di sebut Eni bekerja di Polda Metro Jaya. Tapi kami tidak bisa menyebut namanya,” ujarnya, Senin (12/5) siang. Dia tidak bersedia menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap perwira pertama tersebut.

Sabtu (10/5), Eni ditangkap petugas ketika membawa bahan peledak ke lingkungan Polda Metro Jaya. Selain Eni, turut diperiksa pengemudi taksi Pusaka Sentra yang bernama Tarmizi. “Meski dia hanya supir yang mengantar Eni, tapi mereka berdua yang membawa bahan peledak itu ke Polda Metro Jaya,” kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, polisi sedang mencari Lisa, yang disebut Eni sebagai orang yang memberikan tugas untuk membawa bahan peledak kepada perwira pertama di Polda Metro Jaya. Tapi Eni tidak dapat menunjukkan keberadaan Lisa kepada polisi. Untuk mengetahui kondisi kejiwaan Eni, Polda mendatangkan psikiater. “Karena jawaban yang diberikan ngawur dan tidak terkait dengan pertanyaan yang diajukan penyidik,” ujarnya.

Hingga saat, ujar Prasetyo, polisi belum bisa menentukan status hukum terhadap Eni Budiastuti. Yang jelas, perempuan warga Cempaka Putih ini dikenakan undang-undang terorisme karena kedapatan membawa bahan peledak dalam lingkungan Polda Metro Jaya. Diakui Prasetyo, bahan peledak yang dibawa Eni masuk dalam kategori low explosive yang sederhana. Di rakit menyerupai mercon dengan sumbu pendek kurang lebih 3 cm dan hanya bisa disulut dengan korek api.

Kepada polisi, Eni yang berusia 25 tahun mengaku dilatih sebagai inong bale -- tentara perempuan GAM-- oleh suaminya. Tapi pengakuan itu dibantah Prasetyo. “Dia lahir di Blora, suaminya anggota Brimob desersi yang pernah bertugas di Aceh,” katanya. Menurutnya, yang diaku suami ternyata teman dekat Eni. (Poernoma Gontha Ridho—Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data