Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Gerbong Kereta Api Khusus Wanita Belum Efektif
15 April 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemberlakuan dua gerbong khusus wanita pada rangkaian kereta listrik (KRL) kelas Ekonomi Jakarta Bogor, sejak awal April lalu, belum berjalan efektif. Para penumpang pria masih banyak menempati gerbong 1 dan 2 yang disediakan khusus untuk wanita. "Salah satu faktor yang menjadi kendala yakni tidak adanya kesadaran kaum pria untuk mengalah," kata Kepala Stasiun Besar Bogor, Zainal Abidin, Selasa (15/4), tentang pemberlakukan dua gerbong khusus untuk wanita guna menghindari pelecehan tersebut.
Untuk mensosialisasikan program tersebut, kata Zaenal, pihaknya telah memasang spansuk dan mengumumkan lewat pengeras suara di berbagai stasiun. Namun, para penumpang pria tidak mengindahkan pengumuman tersebut. Selain itu, banyak pasangan suami istri yang keberatan jika mereka harus dipisah. “Ya kalau suami istri bisa pilih gerbong yang lain,” katanya.

Zainal menambahkan, untuk merubah perilaku masyarakat pengguna jasa kereta api memang tidak mudah dan memerluka waktu yang lama. Sehingga masih banyak penumpang yang naik ke dalam gerbong yang sebenarnya dikhususkan untuk gerbong wanita.

Menurut Zainal, dari penjualan karcis setiap hari, tercatat sekitar 41 ribu penumpang yang berangkat dari Stasiun Bogor. Dari 41 ribu penumpang diperkirakan 30 persen diantaranya kaum wanita. “Ada cara untuk mengefektifkan pelaksanaan gebong wanita yakni dengan dijaga oleh petugas, tetapi sayangnya jumlah petugas dari Stasiun Bogor tidak cukup,” ujar Zainal Abidin.

Menanggapi pemberlakuan gerbong khusus wanita, beberapa penumpang yang ditemui dalam gerbong tersebut mengakui tidak terlalu memperdulikan peraturan tersebut karena telah membayar dan mempunyai hak yang sama. Para penumpang juga berprinsip siapa cepat masuk gebrong pasti dapat tempat duduk. Joko, pegawai swasta asal Bogor yang bekerja di Pasar Minggu mengaku sampai saat ini masih naik ke gerbong wanita. “Tapi kalau ada petugas yang menegur saya pindah ke gerbong 3, kalau tidak ada petugas bebas aja,” katanya.

Rina, salah satu penumpang KRL ekonomi yang duduk di gerbong wanita mengatakan, di Stasiun Bogor sering ada petugas yang memeriksa sebelum kereta berangkat ke Jakarta. Banyak juga kaum pria yang ditegur petugas dan mereka mau pindah. "Tapi mulai dari Stasiun Cilebut sampai Gambir, banyak orang yang tidak peduli lagi gerbong itu khusus untuk wanita," katanya.

Deffan Purnama-Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data