Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Polisi Menghadang Demonstran yang Simpati ke Irak
21 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar tiga puluh anggota pengurus pusat Muhammadiyah yang akan melakukan demonstrasi menentang serangan Amerika Serikat (AS) ke Irak, dihadang aparat kepolisian, Jumat (21/3). Semula, mereka akan menuju kedutaan besar Irak di Jalan Teuku Umuar. Namun, mereka dihadang aparat keamanan, tepat di depan Sekretariat Yayasan Jantung Indonesia, yang juga terletak di Jalan Teuku Umar.
Menurut Abdul Mukti, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah, mereka hendak menyampaikan simpati dan duka cita kepada Duta Besar Irak atas jatuhnya korban penduduk sipil akibat serangan AS ke Irak, Kamis (20/3).

Selama ini, kata Abdul, aksi unjuk rasa yang dilakukan untuk menentang serangan AS ditujukan kepada kedutaan besar AS. "Namun, sebaliknya dukungan dan simpati kepada rakyat Irak secara langsung belum pernah dilakukan," ujarnya .

Rombongan yang membawa karangan bunga serta spanduk yang menuntut Presiden Amerika George W. Bush dikategorikan sebagai penjahat perang, sempat bernegosiasi dengan aparat keamanan. Para demonstran berdalih aksi mereka tidak dapat dikategorikan sebagai unjuk rasa, sesuai dengan surat pemberitahuan yang sudah disampaikan kepad apihak kepolisian. Namun, polisi yang menurunkan satu satuan setingkat kompi (SSK) mengatakan bahwa Jalan Teuku Umar masuk wilayah ring 1 sehingga tidak bisa dijadikan tempat akasi unjuk rasa dalam bentuk apapun.

Sampai berita ini diturunkan para demonstran masih bertahan di depan kantor Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia di Jalan teuku Umar No. 10, Jakarta Pusat. Para demonstran hanya berduduk-duduk di trotoar menunggu hasil negosiasi antara pimpinannya dengan pihak kepolisian.

Amal Ihsan - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data