Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Arifin Panigoro: Lakukan Langkah Konkret Cegah Korupsi
12 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI-P, Arifin Panigoro, meminta seluruh jajarannya dari pusat hingga daerah melakukan langkah konkret, mencegah praktek korupsi di tubuh partai.
Arifin menginginkan agar tindakan nyata bisa dilakukan dalam kurun waktu satu tahun terakhir menjelang Pemilu 2004. “Supaya image partai bisa berubah,” kata Arifin seperti dikatakan Frans Seda, salah seorang sesepuh partai, di sela-sela Rakernas VI PDI-P di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (12/3) malam.

Arifin menyatakan permintaannya ini dalam rapat pengerahan yang berlangsung secara tertutup di hadapan sekitar 30 wakil DPD dan 373 DPC PDI-P dari seluruh Indonesia. Permintaan Arifin ini, kata Seda, merupakan tindak lanjut dari kritik yang dilontarkan Megawati Sukarnoputri, ketua umum partai dalam ceramah umum kemarin, Selasa (11/3). Pada kesempatan itu, Mega menyayangkan sikap pengurus partai yang cenderung merugikan, seperti melakukan tindak korupsi.

Menanggapi permintaan ini, Roy B.B Janis, salah satu ketua DPP lain, menanggapinya secara dingin. “Sudah sering dibahas kan,” kata dia usai rapat. Menurutnya partai dapat melakukan kontrol terhadap anggotanya di parlemen yang melakukan korupsi, jika partai memiliki kewenangan recall. “Kita mau recall nggak bisa,”katanya dengan alasan partai tidak memiliki kewenangan itu.

Berkenaan dengan maraknya korupsi ini, Jacobus Mayong Padang, wakil Sekjen PDI-P pernah mengusulkan agar partai membuat badan verifikasi untuk menelisik anggotanya yang diduga melakukan korupsi. Ia mengatakan usulan ini sudah disampaikan sejak Februari lalu.

Menanggapi hal itu, Roy menilai, usulan itu masih bersifat pribadi dan belum menjadi keputusan partai. Ditanya kapan partai akan menyikapi usul itu, ia tidak memberikan jawaban pasti. “Nanti setelah ini (rakernas) selesai,”kata Roy. (Budi Riza—Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data