|
Metro
Pembangunan Rumah Susun Untuk Warga Manggarai Masih Wacana
12 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Masalah pembangunan rumah susun bagi warga Manggarai, Jakarta Selatan yang dilanda kebakaran masih sebatas wacana. “Ide ini harus dikaji dan dipaparkan lagi oleh staf saya,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, di Balai Kota DKI, Rabu (12/3).
Menurut Sutiyoso, sampai saat ini stafnya masih mencari solusi terbaik untuk menampung para warga. Sutiyoso sendiri berharap Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) mau memberikan tanahnya untuk dikelola pemerintah DKI. Hal ini sudah disampaikannya melalui Deputi Bidang Logistik dan Pariwisata Kementerian Negara BUMN, Ferdinand Nainggolan ketika mengunjunginya, Senin (10/3) lalu.
Namun, kata Sutiyoso, dia akan melihat kembali letak lokasi tanah itu. Sebab, tanah yang dibutuhkan untuk membangun rumah susun harus luas. Hal tersebut dibutuhkan agar pembangunan fasilitas sosial dan umum lebih efektif dan efisien. “Kalau tanahnya terpisah-pisah, susah,” kata dia.
Sementara itu menurut Ketua Bapeda, Rusdi Yusuf, pembangunan rumah susun di Manggarai belum bisa dilaksanakan. Pasalnya, kata dia, dinas tata kota belum memberikan perencanaan yang jelas. Awalnya, lokasi pembangunan rumah susun tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan sentra bisnis.
Guna mengatasi masalah tersebut, kata Rusdi, untuk sementara waktu para warga akan ditampung di sebuah barak. “Barak ini nantinya harus bisa menampung 800 KK. Tidak permanen, tetapi harus lebih rapi dari yang sekarang,” kata dia.
Seperti yang diberitakan Koran Tempo, Rabu (12/3), warga korban kebakaran di Manggarai mulai membangun kembali rumah-rumahnya dari bahan-bahan sisa kebakaran. Warga kebanyakan merasa tidak betah lagi tinggal di tempat penampungan. Selain itu, para warga juga merasa bosan menunggu datangnya janji dari pemerintah untuk membangun rumah susun. (Dewi Retno-Tempo News Room)
|