|
Marsekal Muda TNI Herman Prayitno:
“Peristiwa Polsek Makassar Berawal Soal Pribadi”
07 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima Komando Operasi I AU Marsekal Muda TNI Herman Prayitno mengatakan peristiwa penyerangan Polsek Kampung Makasar Jakarta Timur oleh sejumlah anggota TNI Angkatan Udara diawali persoalan pribadi. Ia menjelaskan kronologis peristiwa itu dalam jumpa persnya di Mabes AU Cilangkap, Jumat (7/3).
Menurut Herman, pada Minggu (2/3) malam terjadi cekcok antara seorang anggota TNI AU dan seorang masyarakat sipil. Ternyata orang sipil itu mempunyai kakak seorang anggota Polri yang bertugas di Polsek Pinangranti, Jakarta Timur. Karena orang sipil ini tidak terima, dia mengadu kepada kakaknya, yang segera menangkap anggota AU itu dan menahannya di Polsek Pinangranti.
“Selama ditahan, anggota AU itu mendapat perlakuan yang kurang pantas,” aku Herman. Tetapi setelah kasus ini disampaikan kepada pimpinan di Polsek Pinangranti, anggota AU itu segera dibebaskan.
Setelah itu, cerita Herman, di asrama anggotanya menceritakan peristiwa yang dialaminya tersebut kepada teman-temannya. Para tamtama dan bintara rupanya tidak menerima temannya diperlakukan secara tidak adil, maka Selasa (4/3), sekitar pukul 21.00 – 23.00 WIB, sekelompok anggota AU berjumlah lebih dari 30 orang mendatangi Polsek Kampung Makasar. Dan melakukan aksi perusakan dan pengeroyokan yang menyebabkan seorang polisi tewas.
Kini sebanyak 14 anggota TNI AU itu dinyatakan sebagai tersangka dan akan diajukan ke Mahkamah Militer dengan ancaman pasal pembunuhan. Jumlah tersangka ini, menurut Herman, masih bisa berkembang. Ia mengatakan rata-rata anggotanya yang terlibat peristiwa ini berasal dari kesatuan Bengkel Material Halim di wilayah Lanud Halim Perdanakusumah. Tetapi Herman keberatan menginformasikan identitas ke-14 anggotanya.
“Secara detil, pemeriksaan masih berlangsung saat ini,” kata Herman. Pemeriksaan dilakukan oleh Polisi Militer (POM) AU bekerjasama dengan Garnisun ibukota (Kodam Jaya) dan kepolisiam Polda Metro Jaya. (D.A. Candraningrum – TNR)
|