|
Metro
20 Anggota TNI AU Jadi Tersangka Kasus Mapolsek Makassar
06 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 20 angota TNI AU telah berstatus tersangka dalam kasus penyerangan Polsek Makassar, Jakarta Timur. “Sekitar 15 sampai 20 orang anggota AU statusnya tersangka. Saya belum tahu pangkatnya apa,” kata Komandan Pusat Polisi Miiter (Danpuspom), Mayjend Sulaiman AB kepada wartawan usai mengikuti upacara peringatan HUT Kostrad ke-42 di lapangan Parkir Timur Senayan, Kamis (6/3) pagi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selasa (4/3) malam lalu, sekitar pukul 24.00 WIB, beberapa orang tidak dikenal menyerang Polsek Makassar, Jakarta Timur. Dalam penyerangan itu, satu anggota Polsek tewas. Di TKP ditemukan beberapa barang bukti berupa perlangkapan anggota TNI AU seperti ponco (jas hujan) berwarna hijau dengan badge AU. Disinyalir pelakunya adalah anggota TNI AU, tetapi sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak TNI AU mengenai keterlibatan anggotanya tersebut.
Menurut Sulaiman motivasi dari penyerang itu hanyalah salah paham dan kurang disiplin. Kejadian tersebut diawali adanya seorang anggota TNI AU yang mabuk. Dia lalu menyerang polisi, sehingga polisi harus menangkap anggota TNI AU itu. "Karena tidak terima, teman-temannya menyerbu kantor Polsek,”kata Sulaiman. Dia juga mengatakan akan mengecek sejauh mana kebenaran informasi tersebut.
Saat kejadian, kata Sulaiman, Komandan Polisi Militer Kodam Jaya dan Polisi Garnizun segera datang ke TKP untuk mencegah agar peristiwa tersebut tidak meluas. Hari Rabu pagi, kasus ini ditangani POM AU dan sekarang sekitar 15 – 20 orang sudah ditahan oleh POM AU tersebut. Kedua puluh tersangka itu sekarang telah diserahkan ke Kodam Jaya.
Mengenai sanksi, Sulaiman mengatakan terserah Kepala Staf AU. Tetapi dia menjelaskan bahwa tindak pidana pembunuhan akan dikenai pasal pembunuhan, lalu dipecat. “Kemungkinan mereka akan dipecat,” ujarnya.
Sulaiman tidak menjelaskan dari mana asal kesatuan 20 anggota TNI AU tersebut. namun, diantara mereka ada yang berasal dari satuan bengkel material pusat Mabes AU di Halim. (Diah A Chandraningrum – Tempo News Room)
|