|
| |
|
|
Metro
Aksi yang Diwarnai Bentrokan di Gedung DPR/MPR Berakhir
25 Pebruari 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Aksi Komite Aksi Perjuangan Buruh (KAPB) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD) di depan Gedung DPR/MPR yang dimulai sejak pukul 13.20 WIB berakhir pada pukul 14.45 WIB. Aksi berakhir ketika polisi melakukan pengejaran hampir sejauh 500 meter dari lokasi demonstrasi. Selain mengakibatkan luka-luka di kedua belah pihak, bentrokan juga membawa korban luka seorang anak kecil.
Dalam aksinya, para demonstran mengusung sebuah poster besar berukuran sekitar lima kali lima meter persegi. Mereka menyerukan ketidakpuasan terhadap pemerintah. Poster itu memuat delapan tuntutan yang diantaranya menolak pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang hari ini dibahas di DPR. “Pemerintah tidak punya niat baik untuk memberikan hak bersuara kepada buruh. Dalam RUU itu mereka malah membahas hal yang tidak substansial. Substansi demokrasi dalam RUU itu tidak ada,” ujar Yusuf Lakaseng dari PRD.
Bentrokan dipicu ketika massa memaksa menerobos pintu pagar DPR/MPR dengan cara menggoyang dan memukulinya dengan kayu. Sementara, di dalam pagar barisan, sekitar 100 polisi berusaha menghalangi dan mencegah mereka. Polisi kemudian melakukan pembicaraan dengan perwakilan demonstran dan mengingatkannya untuk membubarkan diri dalam waktu 15 menit. Namun, massa tidak menghiraukan himbauan polisi itu.
Aksi semakin panas ketika pelemparan batu, tongkat kayu, dan barang lainnya dilakukan dari arah demonstran ke arah polisi. Polisi akhirnya menyemprotkan air dan membalas aksi pelemparan itu. Massa mulai bergerak mundur ke segala arah ketika polisi keluar dari pagar. Polisi mengejar sambil melempari massa.
Dalam bentrokan itu terjadi aksi pemukulan oleh pihak polisi terhadap sejumlah demonstran. Sedikitnya tiga orang demonstran mengalami luka-luka setelah dipukuli dan beberapa lainnya terkena lemparan batu. Sementara itu, dahi seorang anggota polisi yang berbaju preman berdarah karena terkena lemparan.
Pelemparan berbagai barang itu juga melukai seorang anak kecil dan dua orang warga yang kebetulan saat itu berada dalam kerumunan massa. Anak berusia sekitar 12 tahun itu menderita luka pada kepalanya sehingga mengucurkan darah. Anak itu segera diselamatkan oleh kerabatnya yang berdagang di sekitar pagar gedung DPR/MPR. (Yandi M. Rofiyandi- Tempo News Room)
|
|
|
| dibuat oleh danendro : Radja |
Berita Terkait
|
| |
Berita jakarta Lainnya
| |
|
| |
Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
|
| |
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
|
| |
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
|
| |
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
|
| |
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
|
| |
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
|
| |
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
|
| |
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
|
| |
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
|
| |
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)
|
| |
|
| |
Index Berita
|
|
|
|