Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

YLKI : Proyek Bus Way Harus Ditunda
24 Pebruari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melanjutkan proyek bus way sebaiknya ditunda terlebih dulu. Pasalnya, menurut koordinator advokasi transportasi YLKI Tulus Abadi, konsep sistem yang dibuat oleh pemerintah provinsi dianggap belum bisa menyelesaikan masalah transportasi di Jakarta. "Bus way ini bentuk pelarian dari pemerintah kota untuk mengatasi problem transportasi di Jakarta," kata Tulus di Hotel Betawi Sofyan, Jakarta, Senin (24/2).

Tulus menilai pemerintah provinsi hanya menghamburkan dana yang ada bila sistem kerja yang direncakana itu tidak melibatkan semua pihak. Tulus yang juga ikut dalam rombongan studi banding ke Colombia bersama anggota DPRD dan Dinas Perhubungan Jakarta, mengatakan bahwa pemerintah di Bogota hanya berperan sebagai konseptor. Sedangkan pelaksanaan dan pengadaan bus, kata Tulus, dilakukan oleh swasta. Sementara itu, tiket ditarik olegh perusahaan lain untuk menghindari polisi.

Begitu pula dengan operator bus, dilakukan oleh swasta yang lain. Tulus juga menilai kesuksesan bus way di Bogota disebabkan tidak adanya sarana transportasi lain seperti kereta yang ada di Jakarta. "Warga di sana sangat antusias dengan sarana bus way itu," kata Tulus yang baru pulang dari Bogota itu.

Selain itu di Bogota tidak ada rute yang sama antara bus umum dengan bus way. Bus-bus yang tadinya memiliki rute yang sama, dijadikan bus feeder yang menyambungkan penumpang ke terminal yang tempat bus way mangkal.

Sementara itu, Azas Tigor Nainggolan dari LSM Fakta mengatakan untuk bisa menjalankan proyek bus way ini harus ada sifat kepemimpinan yang kuat dari pemimpin kota. Tigor tetap optimis Jakarta bisa diperbaiki kalau pemimpin kotanya mau mengakomodasi secara langsung permintaan warganya. "Saat ini Jakarta tidak punya pemimpin kota, yang ada penguasa kota," kata Tigor. (Dewi Retno-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data