Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Kedutaan Besar AS Tetap Ingin Bangun Pagar Beton
18 Pebruari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat berkeras tetap membangun pagar beton di depan halaman mereka. Padahal rencana ini mendapat tentangan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Mereka mau pagarnya dicor, tapi pak Gubernur nggak mau," kata Kepala Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan DKI Jakarta, Jumhana, kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/2).

Jumhana menjelaskan kalau pihak Kedutaan ingin membuat pagar beton setinggi 3 meter, mereka Kedubes harus mau memundurkan pagar itu sejauh 3 meter. Tetapi, kata dia, pihak Amerika ingin membangun pagar beton itu di pagar yang lama. Sementara ini, kata Jumhana, pihak Kedutaan masih akan mendiskusikan usulan Pemprov DKI dengan Duta Besarnya dan pemerintahan pusat di Washington, Amerika Serikat.

Di luar soal pagar, Kedutaan Besar menyatakan akan membuka jalan yang selama ini tertutup untuk umum, jika pagar sudah dibangun. "Selama belum dibangun, tidak akan dibuka," kata Jumhana.

Seperti diberitakan media massa, Kedutaan Besar Amerika Serikat ingin membangun pagar tertutup setinggi 3 meter di halaman depan Kedutaan. Alasan mereka adalah demi keamanan. Pembangunan ini sendiri tidak hanya direncanakan untuk kantor kedutaan, tapi juga untuk rumah Duta Besar dan Wakilnya. Namun rencana pembangunan pagar ini ditentang Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dengan alasan melanggar Perda Nomor 7 tahun 1991 tentang Tata Bangunan Kota. Selain itu Sutiyoso juga tidak ingin memprioritaskan atau membela pihak manapun. (Dewi Retno – Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data