Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Sutiyoso Disambut Caci Maki Warga Kapuk Muara
13 Pebruari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Banjir yang melanda Jakarta, disambut Gubernur Sutiyoso dengan menerima laporan dari Ritola Tasmaya, Ketua Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Banjir dan Pengungsi, Kamis (13/2) pagi. Namun, siang harinya, Sutiyoso disambut caci maki dari warga ketika melakukan kunjungan ke lokasi banjir di Kapuk Muara, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Di Kapuk Muara, Sutiyoso beserta rombongan yang menggunakan perahu berhenti sejenak di hadapan sejumlah warga yang menyapanya. Tiba-tiba seorang lelaki bertubuh tambun berteriak dengan lantang kepada Sutiyoso, "Ngapain ke sini, Pak? Percuma aja ditengokin tiap tahun juga banjir. Urusin aja orang kaya yang ada di Pantai Indah Kapuk (PIK) sana."

Teriakan lelaki itu disambut riuh warga yang lain. Merasa mendapat dukungan, lelaki ini terus berteriak,"Hutan bakau diurug buat rumah mewah, jadinya kami yang kena banjirnya."

Beberapa orang yang mengiringi rombongan Sutiyoso mengangkat tangan dan menyuruh lelaki itu untuk diam. Bukannya diam, malahan lelaki itu berteriak," Hidup orang kaya!" Namun, Tempo News Room tidak bisa melihat reaksi Sutiyoso secara langsung karena terhalang oleh beberapa anggota rombongan.

Kawasan Kapuk Muara, tepatnya di Jalan Teluk Gong Raya, terendam air sebatas paha orang dewasa. Pasar Teluk Gong pun terpaksa tutup dan beberapa pengendara motor yang nekat menerobos air akhirnya harus menyerah karena mesin kendaraannya tiba-tiba mati. Seorang warga bernama Supri, mengatakan bahwa dia enggan mengungsi akibat banjir ini. Katanya, dia sudah biasa terkena banjir seperti ini. "Ini mah belum seberapa Mbak, biasanya sampai leher," kata dia.

Tempo News Room juga sempat bertemu dengan seorang ibu yang akan mengungsikan diri ke rumah saudaranya di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Sementara itu, sekolah yang ada di kawasan itu, SDN Kapuk Muara 01 Pagi dan 02 Petang terpaksa diliburkan karena air sudah mencapai jendela sekolah.

Usai mengunjungi warganya, Sutiyoso menjelaskan kepada wartawan bahwa banjir di kawasan Kapuk Muara juga disebabkan karena air pasang yang meluap.

Sebelum berangkat mengunjungi warganya yang terkena banjir, Sutiyoso sudah terlihat sangat serius mendengarkan keterangan dari anak buahnya di Ruang Pola, Balai Kota, Jakarta. Berkali-kali dia tampak memegangi dan menggosok-gosok keningnya sambil mendengarkan keterangan Ritola Tasmaya, Ketua Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Banjir dan Pengungsi.(Dewi Retno-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data