Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

PLN Akan Salurkan 20 Juta Lampu Hemat Energi
10 Pebruari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan listrik negara (PLN) akan menyalurkan 20 juta lampu hemat energi selama setahun untuk menghemat energi listrik. Lampu hemat energi merk Philips, GE, Osram, Chiyoda dan National ini akan disalurkan kepada pelanggan PLN golongan R1 atau pelanggan dengan daya tersambung kurang dari 900 VA.

Hal tersebut dikatakan Tunggono, Direktur Pemasaran dan Niaga PLN dalam konferensi pers di Kantor Pusat PLN Kebayoran, Senin (10/2). Saat ini, kata Tunggono, PLN sudah menandatangani MoU dengan kelima merk produsen lampu untuk menyediakan lampu hemat energi. Masing-masing produsen lampu diharapkan bisa menyediakan lima juta lampu hemat energi.

Tunggono yang didampingin para wakil produsen lampu itu menjamin bahwa kualitas lampu hemat energi yang disubsidi oleh PLN itu sangat baik. “Kami jamin kualitasnya sama dengan barang yang dijual dengan di toko,” ujar Tunggono. Lampu hemat energi yang disubsidi tersebut diberi jaminan atau garansi selama enam sampai 12 bulan. Jika ada kerusakkan, bisa dikembalikan kepada PLN.

Hal senada juga diutarakan Dono Prihadi, wakil dari produsen lampu GE. "Kami beri jaminan kualitas. Kalau ada produk yang gagal silahkan datang ke tempat penjualan,” ujarnya.

Saat ini, kata Tunggono, lampu hemat energi yang disubsidi PLN tersebut dijual melalui PLN unit pelayanan dengan pemeriksaan melalui rekening pembayaran. Tiap pelanggan PLN dengan daya 900 VA dapat membeli lampu hemat energi maksimal tiga buah per tahun.”Pembelian itu masuk ke data base PLN dan tercantum dalam rekening pembayaran,” ujar Tunggono.

Lampu hemat energi untuk lima merk tersebut, dijual dengan harga di atas Rp 20 ribu. Dengan harga yang sudah disubsidi sebesar Rp 3.000 oleh PLN, lampu itu bisa diperoleh dengan harga Rp 15.100 sampai Rp 18 ribu. Menurut Tunggono harga lampu yang dipotong sebesar Rp 3.000 merupakan harga pabrik, bukan harga eceran di toko.”Jadi sudah lebih murah dari toko eceran, masih kamu subsidi sebesar Rp 3.000,” ujarnya.

Menurut Tunggono, umur lampu tersebut bisa mencapai lima tahun. Selain itu, lampu tersebut sangat hemat energi. Misalnya saja, lampu sebesar 9 watt memiliki terang yang sama dengan lampu bohlam sebesar 40 watt. “Kalau lampu bohlam lebih murah tapi umurnya kan cuma tiga bulan. Tapi kalau pakai lampu itu bisa mencapai lima tahun,” ujar Tunggono.

Bagi PLN, banyaknya masyarakat yang menggunakan lampu hemat energi akan mengurangi beban subsidi pemerintah kepada PLN. “Setiap penggunaan lampu hemat energi akan menghemat Rp 8.500 per tahun, kalau dikurangi Rp 3.000 untuk subsidi kita masih untung,” ujarnya.

Jika target 20 juta lampu terpenuhi maka akan terjadi penghematan subsidi sebesar Rp 5.500 dikalikan 20 juta, yakni Rp 110 milyar. Penghematan tersebut juga bisa berpengaruh pada naiknya TDL (tarif dasar listrik) 2004. Sehingga kenaikan TDL dapat ditekan. Disisi lain penghematan itu juga dapat menunda investasi pembangunan mesin pembangkit listrik. “Setidaknya kami bisa menunda investasi pembangunan pembangkit listrik Tanjung Jati B, sebesar 640 mega watt,” ujar Tunggono.

Penyalahgunaan lampu hemat energi yang disubsidi oleh PLN sehingga jatuh ke tangan pedagang umum atau retail seperti kasus beras untuk rakyat miskin, kata Tunggono, dijamin tidak akan terjadi. Lampu-lampu yang sudah disubsidi oleh PLN akan diberi cap khusus sehingga dapat dikontrol keberadaannya. ”Kalau menemukan lampu yang ada capnya di toko-toko silahkan lapor ke saya,” ujarnya. Mengenai biaya promosi untuk mensosialisasikan program ini akan ditanggung bersama antara PLN dengan produsen. (Priandono-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data