|
Metro
Karena Ngantuk, Pembantu Dianiaya Majikan
04 Pebruari 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Monica (35) kerap memukul Bin Alwari (17), pembantunya yang bertugas mengasuh anaknya, Cindy Viola (2). Akibat penganiayaan itu, wajan Bin lebam-lebam dan melaporkan diri ke polsek Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (4/2).
Bin yang datang ke Mapolsek ditemani pengurus yayasan Binakarya, Yani, menuturkan perlakuan kasar Monica itu berlangsung selama dua bulan terakhir. Bin terhitung kerja di keluarga Monica, Jalan Jembatan Gambang I Pejagalan, Jakarta Utara, sejak 22 Juli 2002. “Awalnya sih baik-baik saja,” kata Bin. Namun sikap Monica berubah pada bulan keempat. Dia tidak segan memukul Bin jika lalai dalam kerja.
Bin mencontohkan Cindy kerapkali muntah setelah diberi makanan oleh Bin. Akibatnya Monica berang. “Saya disuruh menjilati muntahan Cindy,” kata Bin. Jika tidak mau, tutur Bin, Monica mengancam akan memaksa Bin menjilati muntahan anaknya itu.
Penganiayaan lain terjadi ketika bedak milik Monica habis. Monica menuding Bin yang mencuri bedak miliknya itu. “Saya digetok pakai sisir,” kata Bin. Tak hanya itu, Monica juga memotong gaji Bin Rp.180 ribu, karena ketika akan memukul Bin dia terjatuh.
Penganiayaan terakhir terjadi malam Sabtu pekan lalu. Saat itu, Bin dan keluarga Monica sedang berada di mobil. Karena tiap hari tidur pukul 24.00 WIB dan bangun lagi pukul 04.00 pagi, akibatnya Bin mengantuk. “Muka saya dipukul,” kata Bin sambil menunjukkan luka memar di pipi kiri dan kanannya.
Dalam kontrak perjanjian kerja, Bin akan digaji Rp.290 ribu per bulan. Karena sering dipotong selama enam bulan kerja itu, Bin hanya diberi Rp. 598 ribu. Saat ini, Rp.400 ribu diantaranya sudah dikirimkan Bin ke orang tuanya yang tinggal di Kebumen, Jawa Tengah sebelum diberhentikan oleh Monica.
Pihak yayasan, kata Yani, tidak terima dengan perlakuan Monica. Yayasan kemudian meminta uang gaji kerja Bin yang belum dibayar. Akhirnya, Senin kemarin Monica mentransfer Rp.700 ribu.
Bin, yang hanya tamatan SMP itu, mengaku tidak kapok menjadi baby sitter. “Enggak, aku akan cari kerja lagi,” kata anak kelima dari sembilan bersaudara berkulit kuning langsat itu. (Bagja Hidayat – Tempo News Room)
|