Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Pemkot Jakarta Utara Tawarkan Proyek BKT Dimulai Dari Marunda
11 Januari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kotamadya (Pemkot) Jakarta Utara menawarkan proyek pembangunan saluran Banjir Kanal Timur (BKT) yang direncanakan pemerintah pusat dan Pemda DKI, dimulai dari arah laut (utara) atau dari daerah Marunda. Hal ini dikemukakan Walikotamadya Jakarta Utara, Soebagyo, kepada Tempo News Room di sela acara Seminar terbuka “Perkuatan Kelembagaan Komunitas di Bidang Penataan Ruang” di kelurahan Rawa badak, Jakarta utara, Sabtu (11/1).

Penawaran itu, kata Soebagyo, atas dasar pertimbangan lahan yang akan dibebaskan untuk proyek tersebut jauh lebih sedikit dibanding wilayah lain sehingga akan mempercepat proses pembangunan saluran pengendali banjir Jakarta tersebut. “Penduduk yang akan dipindahkan juga jauh lebih sedikit, karena kita tidak perlu membebaskan lahan terlalu besar,” ujarnya.

Sedikitnya lahan yang harus dibebaskan karena daerah yang akan dilalui saluran BKT di wilayah Jakarta Utara sebagian besar lahannya milik Kawasan Berikat Nusantara (KBN) milik negara. “Kalau sebagian besar lahannya memang sudah milik negara kan, nanti tinggal hitung-hitung antara pemerintah pusat dan Pemda DKI,” katanya.

Sebagaimana diketahui, megaproyek saluran Banjir Kanal Timur direncanakan akan dibangun sepanjang 23,6 kilometer dan akan melintasi 13 kelurahan. Dari sepanjang 23 km itu enam kilometer-nya melintasi wilayah Jakarta Utara. Saluran BKT yang diproyeksikan menelan biaya sekitar 17 triliun ini merupakan bagian proyek penanggulangan banjir pemerintah pusat secara makro di wilayah Jabotabek yang menelan biaya sekitar Rp.20 triliun.

Hingga saat ini pemerintah pusat belum memenuhi janjinya untuk mengucurkan dana Rp.1 triliun sampai Rp.2 triliun pertahunnya, namuan melalui Menkimpraswil Soenarno belum lama ini pemerintah telah menegaskan kembali komitmennya. Disebutkan, berdasarkan perhitungan terakhir, dana untuk mengendalikan banjir Jakarta secara makro diperkirakan mencapai Rp 19,08 triliun. Komitmen itu akan dilaksanakan secara bertahap: jangka pendek (tahun 2002) sebesar Rp 760 milyar, jangka menengah (2003-2004) Rp 4,35 triliun, dan jangka panjang (2005-2015) sekitar Rp 14 triliun.

Gubernur DKI Sutiyoso juga menegaskan kembali bahwa Jakarta belum akan terbebas dari banjir jika saluran BKT ini belum juga dibangun. “Saluran banjir kanal timur ini mutlak harus dibangun, dan itu harus dikerjakan dan dibiayai oleh pemerintah pusat,” kata Sutiyoso saat hadir dalam acara silaturahmi dengan petugas kebersihan se-Jakarta di gelora Bung Karno Senayan, Sabtu (11/1) siang. (dimas adityo)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data