Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Masalah Banjir DKI Perlu Diprioritaskan Pemerintah Pusat
06 Januari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Masalah banjir di DKI Jakarta dan penanggulangannya, memerlukan penanganan khusus dari pemerintah pusat dan tidak bisa dibebankan begitu saja kepada Pemda DKI. Pemerintah pusat juga harus menjadikan penanganan banjir di Jakarta sebagai prioritas.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPR yang membawahi komisi IV, V, VIII, A.M Fatwa usai berkunjung bersama komisi V DPR ke Balai Kota DKI, Senin (6/1). “Jakarta kan ibukota negara. Kalau kebanjiran, tamu-tamu negara sahabat juga ikut mengalaminya. Jadi mestinya pemerintah pusat menjadikannya skala prioritas,” kata Fatwa.

Hari ini, Fatwa juga menerima laporan seputar perekonomian DKI dari Gubernur DKI Sutiyoso. “Kalau menurut laporan gubernur, sudah ada komitmen dari pemerintah pusat dari dulu. Tapi dibiarkan saja terus – menerus. Masalah ibukota, tidak bisa hanya diserahkan ke gubernur, anggaran DKI sangat terbatas,”ujar Fatwa.

Oleh sebab itu, lanjut fatwa, DPR akan memberikan dukungan kepada Pemda DKI untuk mendesak pemerintah pusat agar turun tangan secara serius dalam menangani masalah banjir di Jakarta.

“Jangan membiarkan banjir ini dari tahun ke tahun menjadi rutinitas. Masalah banjir tidak bisa dihadapi hanya dengan pemikiran rutin, dengan cara - cara rutinitas. Namun, harus dengan penanganan secara khusus dan pemerintah pusat tidak boleh lepas tangan,” kata anggota Fraksi Reformasi DPR ini.

Seperti dikatakan Gubernur Sutiyoso, beberapa waktu lalu, pemerintah pusat yang dalam hal ini adalah Kepala Bappenas Kwik Kian Gie, sejak tahun lalu mengatakan bahwa pemerintah pusat telah memiliki komitmen untuk turun tangan dalam melakukan penanggulangan banjir secara makro. Bappenas juga telah menghitung anggaran untuk penanganan banjir di Jakarta secara makro, yang antara lain untuk pembuatan saluran Banjir Kanal Timur (BKT) yang membutuhkan dana sekitar Rp.17 triliun. Dana itu akan dikucurkan setiap tahun sebesar Rp.1,7 triliun selama sepuluh tahun. Namun hingga kini hal itu belum terwujud.

Fatwa berjanji akan melaporkan hasil kunjungannya ini kepada komisi – komisi dan fraksi – fraksi di DPR. (Dimas Adityo - Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data