Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Merangkak Naik
02 Januari 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional wilayah Jakarta sudah merambat naik menyusul kenaikan tarif listrik, telepon, dan bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku mulai Kamis (2/1), hari ini. Namun, kenaikan tersebut hanya terjadi pada beberapa komuditas.
Di Pasar Kebayoran Lama,Jakarta Selatan, misalnya, para pedagang belum menaikkan barang dagangan mereka. Meski ada beberapa bahan pokok yang naik, tetapi kenaikannya masih wajar. Kenaikan terjadi pada bahan minyak goreng dan gula pasir sebesar Rp.200 tiap kilogram.

“Kami masih menunggu apakah pemerintah menaikkan tarif angkutan, karena daging juga dipengaruhi transport,” kata Sarnata, pedagang daging sapi yang berada di lantai dua pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan kepada Tempo News Room, Kamis (2/1).

Menurut Sarnata, ia menjual daging dengan harga Rp.45 ribu per kilogram untuk tipe has dalam dan Rp.40 ribu untuk tipe bistik. Pria yang mengaku sudah puluhan tahun dan menjual sekitar 1 ton daging per harinya ini mengharapkan pemerintah juga menaikkan harga bahan pokok apabila tarif angkutan dinaikkan.

Harga bahan pokok lain yang dijual tetap adalah terigu dan telor. Terigu merk Cakra dijual dengan harga Rp.3.800, Segitiga dijual dengan harga Rp.3500, dan Lencana Rp.3.000 per kilogram. Sedangkan telor dijual dengan harga Rp.8.400. “Harganya relatif tetap. Dulu pernah Rp. 8.000, lebaran naik Rp.8.500 sekarang malah Rp.8.400,” kata Chandra, seorang pedagang telor dilantai yang sama dengan Sarnata. Daging ayam dijual dengan harga antara Rp.14.000 hingga Rp.15.000 per kilogram.

Untuk minyak goreng, menurut Hasyim, salah seorang pedagang kebutuhan pokok di pasar Kebayoran Lama, ada kenaikan sebesar Rp.200 per kilogram dari Rp.5000 menjadi Rp. 5.200. Kenaikan terjadi semenjak tanggal 31 Desember lalu. Hasyim mengambil dari pedagang grosir sebesar Rp.76 ribu untuk 16 kilogramnya, atau sekitar Rp.4.750 perkilogram. Sedangkan gula pasir dijual dengan harga Rp.4.200 naik dari Rp.4.000 sehari sebelumnya.

Keadaan serupa terlihat di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Umumnya, harga masih sama dengan harga sehari sebelum kenaikan BBM. “Memang ada yang naik, tapi tidak banyak,” kata Tusino salah seorang pedagang di Pasar Mayestik, kepada Tempo News Room, Kamis (2/1).

Menurut Tusino kebutuhan pokok yang naik itu antara lain gula pasir dan minyak curah. Gula pasir per kilogram mengalami kenaikan Rp.200 dari harga sebelumnya Rp.4000. Sedangkan minyak curah yang sebelumnya Rp.4.500 per liter kini mencapai Rp.5.000 per liter. Kenaikan juga terjadi pada produk-produk mie instan yang rata-rata naik sekitar Rp.2.000 per dus. Dia mencontohkan, harga mie instan merk Indomie goreng yang sebelumnya seharga Rp.36.500 per dus sekarang Rp.38.500.

Sementara harga kebutuhan pokok lainnya tidak ada kenaikan. Misalnya saja beras IR-1 masih stabil pada harga Rp.2.500 per liter dan beras IR-2 Rp.2.400 per liter. Begitu juga dengan telor yang harganya Rp.8.500 per kilogram.

Angka menurun terjadi pada cabe merah keriting yang sebelumnya Rp.22 ribu per kilogram sekarang menjadi Rp.20 ribu per kilogram. Bawang merah dan putih masih stagnan pada harga Rp.8.000 per kilogram dan Rp.5.000 per kilogram. “Yang naik justru tomat. Tadinya Rp.5.000 sekarang sudah Rp.6.000 per kilogram,” kata Marenem, pedagang sayuran.

Sedangkan harga daging sapi terus mengalami penurunan harga setelah masa lebaran usai. Sebelumnya, perkilogram daging mencapai Rp.45 ribu per kilogram. “Habis lebaran turun terus. Sekarang saja sudah Rp.38 ribu,” kata Adam, salah satu pedagang.

Dia menduga penurunan ini akibat berkurangnya pembeli yang juga menurun. “Kebutuhan daging pada lebaran kan meningkat, nah harga jadi naik. Sekarang kebutuhan daging menurun, otomatis permintaan menurun,” kata dia.(Purwanto/Suseno – Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data