Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Pemda DKI Akan Gelar Gladi Resik Mengantisipasi Banjir
29 Oktober 2002

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemda DKI akan menggelar gladi resik satuan-satuan pelaksanaan untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya bencana banjir awal 2003. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur DKI Fauzi Bowo usai memimpin rapat koordinasi pengendalian banjir di Balai Kota DKI, Selasa (29/10).
Selain akan menggelar gladi resik untuk persiapan pengendalian banjir, Pemda juga akan melakukan sosialiasi soal pelaksanaan prosedur tetap pengendalian banjir tersebut. Menurut Bowo, satuan pelaksana di semua level perlu memahami apa yang akan dikerjakan bila terjadi musibah banjir. Pemda juga akan mengundang semua kelompok masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat yang pernah terlibat dalam penanggulangan musibah banjir awal 2002.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Gunawan Ibrahim yang juga ikut dalam rapat koordinasi itu mengatakan, pihaknya memperkirakan musim hujan di wilayah Jakarta akan mulai terjadi pertengahan November tahun ini. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi di Januari-Februari 2003. “Tapi Insya Allah tidak akan separah hujan dan banjir di tahun 2002,” kata Fauzi menambahkan.

Sedangkan secara teknis, Dinas Pekerjaan Umum juga masih melakukan antisipasi banjir dengan cara pengerukan beberapa penggalan sungai yang sudah mengalami pendangkalan. Misalnya pengerukan sungai Krukut dari arah Banjir Kanal sampai di Jalan Sudirman, pengerukan kali Ciliwung bawah dari Kwitang sampai kawasan Diponegoro, saluran Bekasi Tengah, Kali Mati Pademangan, saluran Jembatan Tiga dan Pluit Raya, saluran Cideng Bawah, dan pembuatan turap di kali Luar Batang.

Pengerukan sungai-sungai itu, menurut Kepala Dinas Pekerjaan IGKG Suena, harus selesai pada akhir tahun ini. Pihaknya mengaku punya sisa anggaran sebesar Rp 13 miliar untuk proyek pengerukan sungai tersebut. (Dimas Adityo-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Rencana Kenaikan Air Minum Dipertanyakan
Paguyuban Warga Antipenggusuran Unjuk Rasa
Bantuan Kemanusiaan Tidak Salah Sasaran
Buruh Bongkar Muat Sunter Beroperasi Liar
Pembangunan Pondok Indah Square Dihentikan

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data