|
Metro
Kondisi Air Jakarta Alami Penurunan Mutu
12 Oktober 2002
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kondisi air baku di saluran Tarum Barat mengalami penurunan kualitas akibat pencemaran limbah rumah tangga. Selain penurunan mutu, pasokan airnya pun mengalami penurunan akibat penumpukan sampah di pintu pengambilan (intake).
“Kendalanya sampah, berupa enceng gondok dan kangkung liar,” kata Kepala Seksi penyedia air baku DKI Jakarta, Aas Ishak kepada wartawan di Jakarta, Jumat, (11/10). Sementara limbah rumah tangga, menurut dia, dialirkan langsung ke saluran. Akibatnya kadar COD dan BOD-nya meningkat. Sedang akibat buang air besar menimbulkan adanya bakteri ecoli dalam air itu.
Pihaknya telah mengusahakan penyelesaian masalah itu. Untuk masalah tumbuhan air, Pemda melakukan pemotongan di sepanjang sungai tempat pengambilannya. Saluran Tarum Barat merupakan saluran yang airnya diambil dari waduk Jati Luhur. Dalam mengalirkan air ke saluran yang berada di Cawang ini, melalui tiga buah sungai. Yaitu kali Cibeet, Kali Cikarang, dan Kali Bekasi yang kemudian dialirkan ke saluran.
Sedang untuk masalah sampah limbah rumah tangga, tahun ini rencananya Pihak Penyedia Air Baku akan membangun sungai paralel draine. Ini, kata Aas, akan mengalirkan limbah-limbah rumah tangga. Rencananya akan dibangun sepanjang dua kilometer di samping saluran Tarum Barat dan dimulai dari depan Universitas Borobudur di Jakarta Timur.
Mengenai penurunan debit air di saluran itu, Aas menjelaskan hal itu diakibatkan berbagai permasalahan. Antara lain penyumbatan pintu pengambilan akibat sampah. Selain itu, lanjut dia, warga sekitar yang kadang-kadang melakukan pembukaan pintu air secara paksa untuk kepentingan irigasi. “Akibatnya, sampai di sini airnya sudah berkurang,” kata dia. Untuk menyelesaikan masalah itu pihaknya harus menambah debit air dari bendungan Curug. Tetapi ini membutuhkan waktu satu hingga dua hari agar air sampai di saluran.
Padahal penyediaan air baku di saluran Tarum Barat digunakan oleh dua perusahaan air minum di Cawang. Perusahaan itu adalah PT Thames PAM Jaya dan PT PAM Lyonnaise Jaya. Mereka membutuhkan 14.650 liter per detik. Dua perusahaan ini memproduksi air bersih untuk wilayah DKI Jakarta. Keduanya melayani 5,4 juta warga. (Purwanto - TNR)
|