Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Dua Ustadz FPI Diculik
05 Oktober 2002

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua orang ustadz anggota Front Pembela Islam (FPI), Kohar dan Alawi dinyatakan hilang Jumat (4/9) malam. Demikian menurut kuasa hukum FPI, Mahendradatta saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (5/9) pagi.
Mahendradatta menjelaskan, kasus penculikan tersebut diketahui tak lama setelah kejadian. Kohar diperkirakan diculik di dekat rumahnya di kawasan Jalan Gajah Mada. Sekitar jam 22.00 WIB seorang tukang ojek yang sudah kenal dengan keluarga Kohar melihat aktivis FPI itu didatangi sekitar 10 orang tak dikenal. Para peculik yang berambut cepak dan berpakaian preman itu langsung memaksa Kohar yang saat itu hendak menuju sekretariat FPI, masuk ke dalam mobil Kijang. Mobil langsung melesat meninggalkan Jalan Gajah Mada.

Melihat kejadian itu tukang ojek tersebut segera melaporkan masalah ini kepada isteri Kohar. Selanjutnya isteri Kohar mengadu ke FPI, yang bermarkas di Jalan Petamburan, Jakarta Barat.

Sedangkan Alawi dinyatakan hilang sekitar pukul 23.30 WIB, tepat di depan sekretariat FPI. Saat itu, di seberang jalan sekretariat FPI tampak sekitar 50 orang preman. Alawi yang berada di sekretariat mendatangi mereka. Tiba-tiba ia langsung dipaksa masuk ke mobil, yang kemudian melesat kencang.

Kejadian itu kebetulan disaksikan oleh dua orang anggota FPI. Mereka kemudian langsung lari mendekat, tapi mobil telah melesat.

Kejadian yang menimpa dua anggota itu kemudian membuat FPI dengan didampingi pengacaranya Mahendradatta langsung melapor ke Polda Metro Jaya. Mereka diterima oleh petugas piket reserse dan detasemen provost.

Sebelum kejadian tersebut, Mahendradatta mengaku, ada telepon gelap ke markas FPI. Penelepon mengatakan bahwa markas FPI akan didatangi preman. Namun, Mahendra belum bisa memastikan apa maksud telepon tersebut. (Retno Sulistyowati-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Tiga WNI Diculik di Malaysia
Dua Ustadz FPI Diculik
Ketua PDIP Ngawi Lima Kali Dipindah Penculik
Ketua PAC PDIP Ngawi Ditemukan di Hutan Pinus
Megawati Prihatin Penculikan Kader PDIP Ngawi

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data