Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

20 Ribu Guru Honorer di Jakarta Akan Dites Menjadi Tenaga Kontrak
30 Agustus 2002

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso merencanakan untuk menggelar tes terhadap 20 ribu guru honorer di kawasan ibukota menjadi guru kontrak. Rencana ini disampaikan Sutiyoso pada pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di kantornya, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (30/8) siang.
“Kami akan melakukan tes pada mereka supaya statusnya jelas. Bagi yang lulus mereka akan menjadi guru kontrak dengan gaji Rp 750 ribu. Sementara saat ini, mereka hanya mendapat Rp 150-200 ribu saja,” ujar Sutiyoso.

Bagi yang tidak lulus, kata Sutiyoso, tetap menjadi guru honorer namun gajinya akan disesuaikan dengan upah minimum provinsi yakni Rp 600 ribu. “Jadi tidak mungkin ada guru yang digaji di bawah upah minimum itu. Apapun alasannya, kita memang akan mendongkrak secara signifikan (gaji guru) pada tahun-tahun kedepan,” ujar Gubernur.

Sutiyoso mengaku juga akan merespon keinginan mereka untuk membentuk peraturan daerah untuk mengatur pengangkatan guru honorer menjadi pegawai negeri sipil. Ketua PGRI DKI Jakarta Abdul Rochim membenarkan pernyataan Sutiyoso itu. Dia khawatir bila tidak ada pengangkatan guru menjadi pegawai negeri, Jakarta bisa kekurangan guru.

“Guru yang pensiun cukup banyak. Setiap tahun rata-rata lima ratus sampai delapan ratus orang. Kalau sampai dua sampai tiga tahun tidak ada pengangkatan, barangkali guru di SD, SLTP dan SMU bisa kurang sampai sepuluh ribu lebih,” katanya.

Oleh sebab itu, kata Rochim, diperlukan guru-guru kontrak sebelum ada lampu hijau dari pemerintah pusat, karena pengangkatan PNS di setiap daerah, masih ditentukan oleh pemerintah pusat. Pihaknya juga sedang mengkaji pengangkatan guru honorer menjadi guru kontrak tersebut. Saat ini di Jakarta ada 70 ribu guru dengan berbagai status. (Dimas Adityo – Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

20 Ribu Guru Honorer di Jakarta Akan Dites Menjadi Tenaga Kontrak
Guru Bantuan ADB Demo Tuntut Beasiswanya Dibayar

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data