TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga Jakarta mulai berdatangan ke Silang Monas, Sabtu (15/12) untuk mengikuti Takbir Akbar Nasional 1 Syawal 1422 H tahun 2001 M.
Sebagian yang datang mengendarai kendaraan roda dua dan berjalan kaki. Kendati mereka tak diperkenankan masuk ke lokasi acara, warga tetap antusias menyambut malam Idul Fitri. Ini terlihat dari raungan knalpot kendaraan dan bunyi terompet yang bersahutan - juga petasan - sejak pukul 19.00 WIB.
Berkali-kali warga yang berada disekitar acara, yang dijadwalkan diikuti oleh Presiden Megawati Soekarnoputri itu, selalu berusaha mendekat setiap ada iring-iringan kendaraan pejabat.
Pengamanan di sekeliling lokasi acara terlihat cukup ketat, terutama sayap kanan Silang Monas, di pintu masuk dekat Stasiun Gambir yang menjadi jalur masuknya rombongan pejabat.
Aparat dari kepolisian, TNI, dan Pemda tampak membuat pagar betis agar masyarakat atau warga tidak menerobos di jalur itu. Aparat yang berjaga tampak hanya menggunakan pentungan. Namun sebagian lain ada yang disiagakan dengan menggunakan persenjataan huru hara senjata laras panjang dan tameng.
Peralatan itu masih diletakkan di truk-truk pasukan TNI maupun Polri. Tampak juga empat mobil water canon yang dihadapkan ke arah jalur pintu masuk acara itu. Ada juga satu mobil pemadam kebakaran dan truk-truk logistik.
Sejauh ini keadaan masih terkendali. Masyarakat masih bisa menikmati malam takbir kali ini. Bahkan ibarat gayung bersambut, pedagang-pedagang di sekelilingnya merasa gembira karena dagangannya laris. “Ya lumayanlah daripada hari-hari biasa,” kata Herman salah seorang pedagang minuman botol yang mengaku tinggal di Gambir. (eduardus karel-tempo news room)