TEMPO Interaktif, Jakarta:Sembilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menjadi mitra World Food Programme (WVP) di Jabotabek ternyata mengeluarkan beras dari Gudang Dolog Jaya, Rabu (21/11) dan Kamis (22/11). Sehingga, pihak kepolisian sulit menemukan pelaku penyelewengan beras bantuan salah satu lembaga pangan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tersebut.
Hal tersebut dikatakan Kanit Reserse Intel Polsek Pulogadung Inspektur Polisi Bambang Setyo kepada Tempo News Room di ruang kerjanya, Sabtu (24/11) siang. Kasus penyelewengan beras bantuan WFP itu sendiri terungkap dengan ditemukannya 27,4 ton beras tersebut di salah satu toko di Pasar Induk Cipinang, Kamis (22/11) lalu.
Hingga Sabtu (24/11), menurut Bambang, belum seorangpun dinyatakan sebagai tersangka. “Belum ada tersangka. Karenanya, kami juga mengharapkan bantuan dari WVP,” kata Bambang.
Selama dua hari terakhir, polisi terus meminta keterangan dari Susanto, pemilik toko Fajar Usaha, yang menyimpan beras tersebut. Sedangkan Alex, yang menurut Susanto mengirim beras bantuan kepadanya, hingga kini belum diketahui keberadaannya. “Status Susanto dan Alex dalam pemeriksaaan tersebut masih sebagai saksi,” katanya.
Sementara itu, Victor yang disebut-sebut oleh Alex sebagai pemilik beras tersebut hingga kini tidak jelas keberadaannya. “Setelah diusut, orang yang bernama Victor itu hanya fiktif belaka,” kata Bambang.
Karena kesulitan membuktikan penyalahgunaan bantuan beras tersebut, polisi mengusulkan digunakannya dua jalur penyelidikan. “Pertama, lewat jalur polisi. Sedangkan kedua, jalur yang dijalankan WFP, supaya bisa diketahui jika ada oknum LSM yang terlibat,” kata Bambang.
Sementara itu, seorang staf WVP yang diminta keterangnnya oleh Tempo News Room tidak mau sedikitpun memberikan informasi perkembangan kasus tersebut. “Kalau mau bertanya, tanya ke Polsek saja,” kata staf yang langsung memutuskan sambungan telepon tersebut. (yura syahrul)