Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kadispen Polda Metro Jaya

Demonstran Bentrok Karena Provokator
09 Oktober 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Dinas Penerangan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Anton Bachrul Alam menengarai bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran di depan Kedubes AS di Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa pagi (9/10) disebabkan ulah provokator. Indikasinya tampak dari adanya lemparan-lemparan batu yang dilakukan oleh demosntran ke arah aparat keamanan. Dua personil pengamanan dikabarkan terluka terkena lemparan batu.

“Saat ini intel masih menyelidiki siapa provokator aksi tersebut,” kata Anton kepada wartawan di Mapolda, Jakarta.
Pihaknya akan segera menangkap provokator tersebut jika sudah diketahui identitasnya.

Tindakan tegas yang dilakukan aparat keamanan terhadap demonstran sampai saat ini masih bersifat wajar. Aparat masih menggunakan gas air mata dan air untuk meredam aksi anarkis demonstran. Jika tetap bertindak anarkis aparat keamanan akan membubarkan demonstran. Bahkan, para pimpinan massa dan tokoh masyarakat yang kemarin berdialog dengan Wakil Kapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Makbul Padmanegara di Mapolda akan dimintai keterangan. Tokoh masyarakat yang datang ke Mapolda Senin (8/10) kemarin telah menjamin bahwa para pengunjuk rasa tidak akan bertindak anarkis. “Kita lihat dulu nanti, kalau ada yang tertangkap kita tanyakan. Kalau ada hubungannya dengan para pimpinannya kita akan memanggil mereka,” ujar Kadispen.

Pengamanan di depan Kedubes AS dan Istana Negara dilipatgandakan sejak AS menyerang Afganistan Minggu malam (7/10) waktu setempat. Sekitar 200 personil dari kawasan Kuningan, Jakarta Pusat, telah ditarik ke Istana Negara dan Kedubes AS untuk membantu 600 pasukan yang telah siaga di sana. (Adi Mawardi)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Rachmawati: "Mega Terlalu Bela AS"
Wartawan Nasional Dikarantina di Satu Ruangan
Demo Anti Bush di Bandung
100 Tokoh Tolak Bush
Menko Polkam Minta Perdebatan Penolakan Bush Dihentikan

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data