|
Metro
Warga Amerika Diduga Meninggal Akibat Keracunan
27 Agustus 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga Negara Amerika Serikat, Mark Anthony Christian, berusia sekitar 50 tahun, diduga tewas akibat intoksikasi (keracunan) obat-obatan yang mengakibatkan ganguan pada jantung. Demikian dikemukakan dr. Abdul Mun’im Idris, ahli forensik FKUI/RSCM, kepada Tempo melalui telepon, Senin (27/8).
Korban, kata Mun’im yang memeriksa korban di lokasi kejadian, diduga telah mengkonsumsi obat-obatan jenis amphetamin dan morfin. Seseorang yang mengkonsumsi aphetamin, pada batas tertentu bisa menyebabkan detak jantung sedemikian cepat sehingga membuat jantung tidak bisa bekerja dengan baik. Jika pada kondisi normal, detak jantung seseorang nya 80 per menit, namun dengan mengkonsumsi obat itu bisa menjadi 110 per menit, sehingga fungsi pompa jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Tensi darah juga naik akibat mengonsumsi obat mengandung zat kimia itu. Apalagi, jika kemudian ditambah dengan morfin. Sehingga menyebabkan tubuh keracunan dan menyebabkan gangguan jantung yang pada akhirnya menyebabkan orang meninggal dunia.
Warga Amerika itu ditemukan tewas di kamar 2314 Hotel Mandarin Oriental. Ia menginap di hotel tersebut sejak tanggal 19 Agustus 2001, dan berencana akan check out pada 30 Agustus 2001 mendatang. Jenazah ditemukan sekitar pukul 13.40 Wib oleh seorang room boy, Agus, yang semula menduganya sedang tidur, dalam posisi terlentang, dan berpakaian lengkap. Namun, Agus curiga melihat korban tidak bergerak-gerak sehingga ia melaporkan kejadian itu ke pihak hotel, yang lalu melaporkannya ke Polsek Menteng, Jakarta Pusat. (Lis Yuliawati)
|