TEMPO Interaktif, Jakarta:Tawuran narapidana kembali terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta, Rabu siang (1/8) mengakibatkan empat korban luka-luka. Tawuran berlangsung dua jam itusejak pukul 13.30 WIB hingga 15.30 WIB, Rabu (1/8), terjadi setelah petugas LP dan pihak kepolisian melakukan sweeping senjata tajam tiga hari sebelumnya.
Empat orang korban yaitu Faisal, 26 tahun, Yusuf Supriyadi, 28 tahun dan Alfian Fauzi, 30 tahun mengalami luka bacokan senjata tajam di sel blok 2 EF, serta petugas jaga bernama Mores. Kondisi LP Cipinang sudah mulai terkendali pada sore hari. Sebelumnya, tawuran yang disertai aksi pelemparan batu antar dua kelompok itu berlangsung mencekam. Bahkan tembakan peringatan yang dilepaskan petugas pun tidak berhasil membubarkan tawuran.
Saat ini LP Cipinang dijaga ketat oleh sekitar 200 petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur. Sementera kedua kelompok yang bertikai tengah berunding dan didamaikan dengan petugas didalam LP yang tetap ditutup termasuk bagi wartawan.
Tawuran antar napi ini dipicu kesalahpahaman antar dua kelompok yang berlatar belakang etnis. Menurut informasi kesalahpahaman bermula dari teguran dari salah satu anggota kelompok bernama Yono mengenai pungutan antar sesama napi yang dianggap terlalu besar. Teguran itu berbuntut perang mulut dan akhirnya menjadi perkelaian terbuka.
Tawuran yang mulai terjadi saat jam besuk lantaran napi bisa keluar dari selnya, mem parah keadaan. Korban pertama adalah Alfian Fauzi yang terkena bacokan di bagian kepala, saat pertama kelompok yang menjadi lawannya menyerang. Setelah itu Faisal yang dibacok di bagian bahu dan lengan kanan dan disusul Yusuf Supriyadi yang terluka di telapak tangan kirinya. Korban dibawa ke rumah sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur.
Kapolsek Jatinegara Komisaris Polisi, FX Supardi membenarnya terjadinya tawuran yang berlangsung di LP Cipinang. Ia mengakui tidak berhasil mensweeping senjata tajam. “Ya memang para napi sepertinya masih menyembunyikan senjata tajam yang luput dari perhatian petugas,” kata dia yang masih belum merencanakan sweeping lanjutan.
Siswadi Kartaredja, Pejabat pelaksanan Harian LP Cipinang, yang mengatakan kepada wartawan usai tawuran di pintu luar LP, pemicu awal kerusuhan itu adalah pertengkaran antara dua napi asal Nigeria di sel blok 4A. Kedua napi yang tidak disebutkan namanya beradu mulut tentang utang piutang keduanya sebelum masuk ke LP yang berpenghuni 2.300 orang. Seorang petugas bernama Mores terluka di tangan saat melerai pertengkaran itu. Terlukanya petugas, lanjut Siswadi, kemudian berkembang menjadi isu yang tidak jelas seperti ada yang ditusuk, atau pengeroyokan antar kelompok. “Sejak itu tawuran pun meletus,” kata dia yang masih tampak tegang.
Mengenai banyaknya senjata tajam yang digunakan dalam tawuran itu, Siswadi membenarkan banyaknya senjata tajam. Dia mengakui bahwa masih terdapat senjata tajam yang tidak terjaring dalam operasi sweeping hari minggu lalu. Para narapidana, lanjut dia, sengaja menyembunyikan senjata itu di tempat yang sulit dilacak seperti di kebun, atap, dalam tanah, selokan, dan lainnya. Pihaknya cuma berhasil menyita dua senjata tajam berjenis pisau. Siswadi merencanakan akan melakukan operasi sweeping kembali yang masih akan dikoordinasikan dengan kepolisian, terutama masalah personil.
Buntut dari tawuran yang terjadi, LP Cipinang menjadi perhatian masyarakat serta mass media hingga menjelang malam. Namun dengan ketatnya penjagaan, mereka hanya bisa melihat sampai di halaman pintu. Tawuran itu juga berpengaruh pada proses keluar masuk napi yang akan menjalani persidangan hari ini. Napi yang baru pulang dari sidang dan akan masuk kembali ke dalam LP harus turun di pintu pagar luar dan kemudian berjalan kaki satu persatu sambil dikawal petugas LP. (Dede Ariwibowo)