TEMPO Interaktif, Jakarta:Aksi demontrasi mahasiswa yang menuntut diturunkannya harga bahan bakar minyak, Selasa (19/6 ) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, kembali mengundang tindakan keras aparat kepolisian. Tiga orang mahasiswa dipukul dan ditangkap aparat karena diduga sebagai provokator.
Bentrokan antara mahasiswa dengan aparat ini berawal dari sekelompok mahasiswa UKI yang beralamat di Jalan Diponegoro membakar tiga buah ban di tengah jalan Diponegoro, di samping UI Salemba pada pukul 12.25 WIB. Tindakan ini mengundang aparat kepolisian yang datang sekitar sepuluh menit kemudian untuk menertibkan jalan dan memadamkan api. Aparat berusaha membubarkan kerumuman demonstrasi mahasiswa yang jumlahnya sekitar 100 orang dengan cara menembakkan peluru karet dan gas air mata.
Akibatnya mahasiswa mundur ke arah Universitas Persada Indonesia YAI dan mereka tetap berusaha membakar tiga ban lagi. Namun aparat kepolisian terus mendesak mahasiswa mundur sambil terus melepaskan tembakan peluru karet dan gas air mata. Akhirnya mahasiswa terdesak dan masuk ke Universitas Persada Indonesia YAI. Kendati kelompok demonstran dari UKI tersebut telah terdesak aparat masih terus menembakkan peluru karet ke UKI dan YAI tempat para mahasiswa berlindung.
Tindakan polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata dibalas mahasiswa dengan lemparan batu dan umpatan. Ini membuat berang aparat kepolisian yang kemudian menyerbu mahasiswa kembali. Polisi menangkap tiga orang mahasiswa yang diduga sebagai provokator. Namun sebelumnya, tiga mahasiswa tersebut sempat melawan tapi dibalas dengan pukulan rotan panjang oleh aparat.
Aparat kepolisian menurunkan dua buah mobil panser dan diparkirkan tepat di Kampus UPI YAI. Mereka terus berjaga-jaga sampai berita ini diturunkan. Meski situasi cukup menegangkan namun masyarakat antusias menonton dengan berkerumun di dalam pagar kampus Universitas Indonesia dan RSCM. Para pedagang di sekitar tempat itu juga tetap berjualan.
Bentrokan mahasiswa-aparat itu sempat membuat takut para pasien anak-anak di ruang perawatan anak RSCM yang lokasinya tepat di depan kampus UPI YAI. Hingga sore hari, belum ada korban baik luka tembak atau gas air mata di kedua belah pihak yang bentrok. (Siti Marwiyah)