|
Melirik Layar Kedua
Senin, 12 Mei 2008 | 13:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Di ajang "USB Monitor Roadshow" di Bursa Efek Jakarta pada Kamis lalu, LG meluncurkan beberapa model monitor. Salah satunya adalah model L206WU berukuran 20 inci.
Monitor ini memiliki fitur unggulan bernama Powerfull Extension. Dengan fitur yang mulai diperkenalkan oleh sejumlah vendor monitor di Korea Selatan sejak akhir tahun lalu itu, satu monitor dapat terhubung dengan beberapa monitor sekaligus dan menampilkan gambar yang sama dari satu komputer pribadi.
Koneksi semacam itu tak membutuhkan keping cakram untuk menginstalasi atau kartu grafik tambahan. Cukup seutas kabel USB.
Layar L206WU termasuk pada monitor white screen. Ini adalah layar generasi baru, berukuran 16 : 10 dan kompatibel dengan Windows Vista. Adapun generasi lama berukuran 4 : 3 dan tidak semuanya kompatibel dengan sistem operasi terbaru keluaran Microsoft itu.
Melalui kabel USB, pengguna dapat menghubungkan CPU dengan monitor L206WU sehingga berfungsi sebagai layar kedua. "Banyak pengguna notebook yang tidak puas dengan tampilan layar yang terlalu kecil, sehingga menggunakan layar kedua supaya bisa melihat tampilan gambar dan grafis dengan lebih jelas," ujar Hendra Arifin, IT Product Marketing PT LG Electronics Indonesia.
Monitor ini bisa disambungkan dengan maksimal enam monitor sekaligus. Masing-masing terhubung melalui kabel USB yang merupakan paket pembelian. Ketujuh monitor yang tersambung akan menampilkan gambar atau berkas yang sama dengan yang dibuka di monitor utama.
Fitur lainnya adalah dudukan model Pivot berwarna putih glossy, kontras dengan monitornya yang berwarna hitam mengkilap. Dengan dudukan ini, posisi monitor bisa diubah menjadi tegak untuk memberikan tampilan portrait atau landscape. Ketinggian monitor juga bisa disesuaikan sampai 140 milimeter.
Monitor ini berasio kontras 5.000 : 1 dan dilengkapi teknologi Digital Fine Contrast. Hasilnya adalah tampilan gambar yang tajam tapi tetap natural dan lembut untuk mata. Waktu responsnya hanya 2 milidetik, jauh lebih cepat daripada waktu respons standar, yang umumnya antara 5 dan 8 milidetik.
LG L206WU juga dilengkapi RGB Analog, sehingga bisa dialihfungsikan menjadi layar televisi. Namun, kualitas gambar pada monitor yang dihubungkan dengan kabel USB akan berkurang saat digunakan untuk menonton DVD.
Kelebihan lainnya, monitor ini hemat listrik. "Bahkan, dalam posisi standby, monitor hanya membutuhkan listrik 1 watt," ujar Hendra.
Hendra mengatakan sasaran produk ini adalah orang yang pekerjaannya sangat membutuhkan monitor yang memiliki kemampuan menampilkan gambar dan grafis yang sangat baik dan detail. "Kami sudah menyurvei, kebanyakan yang menggunakan monitor ini adalah pelaku saham yang biasanya harus melihat gambar pergerakan saham yang sama," ujar dia.
Selain pelaku saham, pekerja desain dan grafis adalah pasar lain yang dibidik LG. Meskipun pasarnya tergolong terbatas dan monitor itu terbilang barang mewah lantaran harganya mencapai US$ 385 atau sekitar Rp 3,6 juta, Hendra optimistis pasar akan menyukainya. l Kartika Candra
Plus
l Sistem Plug&Play membuat pengoperasiannya praktis dan mudah.
l Tidak memerlukan graphic card tambahan.
l Desainnya klasik tapi elegan dengan dan layarnya superlebar, sangat cocok untuk pekerjaan desain, gambar, serta grafis.
l Tinggi-rendah dudukan bisa disesuaikan dan bisa tampil vertikal atau horizontal.
Minus
l Harga tergolong mahal dibanding produk sekelas, misalnya HP W2007 dan ViewSonic VG2030WM.
l Tidak ada built-in speaker.
l Ketika dilihat dari sisi samping, monitor menjadi lebih gelap meskipun gambar tetap terlihat jelas.
l Kualitas warna yang dihasilkan gambar masih kalah dibanding beberapa produk lain.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|