Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Magellan dan El Nino
Kamis, 22 Mei 2008 | 13:00 WIB

TEMPO Interaktif, : Antropolog North Carolina State University, Amerika Serikat, Scott M. Fitzpatrick, dan Richard Callaghan dari University of Calgary, Kanada, mengungkapkannya dalam riset masa-masa awal penjelajahan dunia. "Kami belum memperhitungkan aspek El Nino hingga kami mencoba mencari tahu kenapa saat itu Magellan mengambil rute yang tidak biasa," kata Fitzpatrick.

Fitzpatrick dan Callaghan menggunakan komputer untuk memodelkan angin dan kondisi cuaca di Samudra Pasifik selama ada El Nino lalu membandingkannya dengan rute yang diambil Magellan. Keduanya menduga bahwa Magellan memimpin awaknya melakukan manuver beradaptasi mencari arus dan angin yang tenang.

Dugaan itu dikuatkan dengan penggalan catatan harian Magellan yang mengatakan bahwa banyak anak buah kapalnya yang sakit dan mati karena kudis. "Sehingga ia memilih berlayar mengikuti tiupan angin dan arus yang tenang demi menghemat tenaga," kata Fitzpatrick lagi.

Fenomena cuaca El Nino muncul ditandai dengan menghangatnya suhu perairan di ekuator timur Pasifik yang dekat dengan Benua Amerika. Akibat anomali cuaca itu, bagian Amerika, seperti Peru, biasanya mendapat kelebihan curah hujan, sebaliknya dengan bagian barat ekuator, termasuk Indonesia, yang akan kebagian keringnya.

Nah, Magellan memasuki wilayah perairan yang relatif tenang pada 28 November 1520 setelah berhari-hari bergelut dengan badai di perairan selatan Amerika Selatan. Setelah melewati selat yang belakangan diberi nama seusai dengan namanya, Magellan mengarahkan layarnya ke utara, menyisir pantai Amerika Selatan lalu belok ke barat laut. Ia menyeberangi Pasifik dan akhirnya tiba di Filipina, tempat ia mati terbunuh oleh suku pribumi.

Sejatinya Magellan ingin mencapai apa yang disebutnya kepulauan rempah-rempah di Indonesia. "Kondisi El Nino bertanggung jawab untuk perubahan rutenya itu," ujar Fitzpatrick dalam rangkuman hasil risetnya yang dimuat jurnal Science edisi Jumat ini. l ap | science


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kokpit F-16 di Mobil Sugiono
Memristor, Lebih Dahsyat Daripada Transistor
Mencari Gen Ronaldo
Menyebar Harapan dari Nyamuk Mutan
Minyak Goreng Jangan Berlebihan
"Ditelanjangi" di Bandara
Mabuk Pengaruhi Selera Makan
Gajah Purba: Antara Tapir dan Kudanil
Lembaga Eijkman Diharap Maksimalkan Penelitian Biomedis
Padi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123476 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Oprah Winfrey Tolak Wawancara Palin
Motor Tabrak Mobil, Satu Cedera
Komisi Pemilihan Palembang Pleno
Motivasi Inggris Melawan Kroasia Bukan Balas Dendam
Eva Mendes Ogah Jadi Ibu

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data