|
IPB Pakai Robot Bawah Laut
Selasa, 28 November 2006 | 20:02 WIB
TEMPO Interaktif, DENPASAR: Robot ROV (remotely operated vehicle) yang akan ditempatkan di bawah laut itu adalah hasil kerja sama dengan Kyowa Concrete Industry Company Limited, Jepang.
Robot itu akan dipakai untuk melakukan penelitian potensi perairan laut dalam di Bali Selatan. Menurut Kimiya Homma dari Kyowa, perusahaannya telah 20 tahun bergerak dalam riset dan pengembangan industri bawah laut. Robot seharga Rp 2,8 miliar per unit itu dilengkapi dengan night vision camera atau sistem pelihat dalam kegelapan, yang menjadi andalan mereka. "Kami berharap bisa melahirkan industri berbasis sumber daya laut di Indonesia," katanya.
Pakar kelautan IPB, Profesor Dr Bonar P. Pasaribu, menyatakan, di negara maju seperti Jepang, air laut dalam telah dimanfaatkan sebagai bahan utama marine culture, kosmetik, dan makanan sehat. "Melalui kerja sama ini, kita belajar dengan teknologi yang sudah mereka miliki," kata Bonar.
Diperkirakan, air laut dalam di Indonesia berpotensi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan itu. Perairan di Bali Selatan dipilih sebagai lokasi untuk penelitian dengan menggunakan robot ROV, karena pada sampel air laut yang sudah diambil dalam tiga posisi--kedalaman kurang dari 150 meter, 300 meter, dan lebih dari 350 meter--terlihat adanya potensi pengembangan air mineral.
Menurut Kimiya Homma, air mineral itu dapat dikembangkan sebagai sumber air yang sehat dan lebih baik kualitasnya daripada air mineral dari sumber air di daratan.
Selain mencari potensi laut dalam Bali Selatan, robot ROV akan mendeteksi kemungkinan adanya coelacanth, ikan purba laut dalam yang hidup 400 juta tahun yang lalu. Pada 1999, salah satu jenis coelacanth telah ditemukan di Sulawesi Utara dan diberi nama Latimeria menadoensis.
Kesamaan topografi dasar laut di utara Bali dengan kondisi di Sulawesi Utara memunculkan prediksi bahwa binatang purba itu pun bisa ditemukan di perairan Bali. Binatang dengan gerakan lamban itu umumnya hidup di dalam gua di laut pada kedalaman 150-200 meter.
Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|