Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Nasional  
  Ekonomi&Bisnis  
  Nusa  
  Jakarta  
  Indikator
  Opinet  
  Majalah  
  Koran  
 
   

Jawa Tengah

Penyidikan Sejumlah Kasus Korupsi Ditarik Kembali
Selasa, 23 November 2004 | 16:04 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang:Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Chaerul Rasjid menarik penyidikan kasus korupsi di sejumlah Polres di Jateng. Banyaknya intervensi dan keterbatasan personil di tingkat Polres menjadi alasan utama penarikan tersebut.

Menurut Kapolda kepada wartawan ketika melakukan kunjungan ke Mapolwil Solo, Selasa (23/11), menerima sejumlah SMS (short message service) dan telepon dari pihak tertentu agar memindahkan Kapolres di beberapa Kabupaten karena serius melakukan pengusutan korupsi. "Ada yang lewat SMS dan telepon, suruh mindahin kapolres, padahal kapolres itu sedang giat mengusut kasus korupsi. Kepada segenap jajaran, saya selalu pesan, kalau ada yang intervensi, laporkan saya. Karena ada intervensi, makanya saya tarik. Kalau intervensinya terlalu berat, kasusnya memang langsung saya tarik,"ujar Kapolda yang enggan menyebut pelaku intervensi tersebut.

Kasus-kasus korupsi yang kini tengah diusut jajaran sejumlah Polres di Jateng hampir semuanya diduga melibatkan kalangan legislatif maupun eksekutif. Munculnya intervensi kepada kapolres maupun tim penyidik itu menyebabkan kendala psikologis di kalangan mereka.

Selain SMS atau telepon yang menginginkan kapolres dipindah, ada pula pihak-pihak tertentu yang meminta kapolda untuk menekan kapolres agar tidak meneruskan pengusutan. "Bahkan, ada yang sampai menekan agar kapolres di suatu kabupaten/kota diganti,"katanya.

Kapolda Chaerul, tidak akan mengindahkan intervensi semacam itu. "Pemberantasan dan pengusutan korupsi ini kan menjadi program prioritas 100 hari dari Presiden. Jadi harus jalan terus,"katanya.

Untuk menyiasati adanya intervensi itu, sejumlah kasus korupsi di beberapa kabupaten terpaksa harus ditarik ke Polda. Kapolda menyebutkan, sedikitnya ada empat kasus korupsi APBD di daerah yang telah ditarik ke Polda Jateng. Kasus-kasus itu adalah yang ditangani Polres Brebes, Purworejo, Salatiga, dan Karanganyar.

Sebenarnya selain munculnya intervensi, pertimbangan lain soal penarikan itu adalah karena terkait keterbatasan jumlah dan kemampuan penyidik serta kesulitan mendapatkan barang bukti. "Kasus korupsi ini harus ditangani cepat dan terbuka, sehingga juga dibutuhkan personil yang bisa menyesuaikan. Dengan diback up Polda diharapkan pengusutannya lancar dan yang terpenting tidak ada intervensi lagi,"ujarnya.

Langkah penarikan oleh Kapolda ini juga mendapat dukungan dari LSM Masyarakat Antikorupsi (MAK\'s) Jateng. Alasannya, selain Polda Jateng memiliki sumber daya manusia (SDM) lebih bagus, kendala di daerah juga lebih rumit. "Persoalan di daerah lebih rumit, apalagi korupsi yang melibatkan kepala daerah. Pimpinan kepolisian di daerah setempat juga anggota Muspida. Karena itu, kasus dugaan korupsi APBD di sejumlah kabupten/kota rawan dengan intervensi,"kata Sekretaris Jenderal MAK\'s, Boyamin.

Anas Syahirul


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemeriksaan Bupati Konawe Terhambat Ijin Presiden
Polisi akan Ajukan Penyitaan Uang Hasil Korupsi DPRD Solo
Menjelang Libur Lebaran Indeks Cenderung Terkoreksi
Kekayaan Bersih Aburizal Bakrie Rp 860 Miliar
Komisi Korupsi Umumkan Kekayaan Lima Menteri
PIAR Lapor Pemkot Kupang ke 30 Lembaga Anti Korupsi
Walikota Solo Diperiksa Polisi
Walikota Depok Diperiksa
Tiga Pejabat Pemda Blitar Diduga Korupsi Rp 32 miliar.
Bupati Nabire : “Saya Siap Diperiksa”
> selengkapnya...


Referensi

Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Kejaksaan di Daerah Kurang Mendukung Upaya Pemberantasan Korupsi
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
> selengkapnya...

Website

Komisi Ombudsman Nasional
Pendapat tentang Pemberantasan Korupsi
Situs Resmi Komisi Pemberantasan Korupsi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Gratis BBM Setahun dari Chevrolet
Adu Mahir Observasi Bintang
Toyota Turunkan Target 2009
Polisi Jawa Barat Ingatkan Pelaku Pembajakan
Ketinggian Pohon Punya Batas

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data