Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Likuidasi ASEAN Aceh Fertilizer
Senin, 21 Juli 2008 | 19:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mahkamah Agung memutuskan Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara boleh melanjutkan proses likuidasi PT ASEAN Aceh Fertilizer (AAF). Proses penyelesaian likuidasi AAF ini sempat tertunda akibat terganjal penolakan dari Dewan Perwakilan Rakyat. "Mahkamah Agung telah mengeluarkan fatwa bahwa kami bisa jalan terus, sehingga keputusan melikuidasi AAF sudah benar," kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, Senin (21/7).

Dia menjelaskan, pemerintah membawa persoalan likuidasi AAF ini ke Mahkamah Agung atas anjuran anggota parlemen. Saat rapat dengan dewan, diputuskan pemerintah harus terlebih dahulu melakukan konsultasi ke Mahkamah Konstitusi atau Mahkamah Agung. "Karena Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak berwenang, makanya kami bawa ke Mahkamah Agung" ujarnya.

Seiring keluarnya keputusan Mahkamah Agung tersebut, kini pemerintah kembali melanjutkan tender penjualan pabrik pupuk di Aceh tersebut. Pada lelang terdahulu sudah ada dua perusahaan nasional yang mengajukan penawaran, salah satunya adalah Medco.

Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara Said Didu menilai proses likuidasi memang sudah sesuai dengan aturan yang ada. "Semua proses tersebut berlandaskan pada peraturan perundangan yang berlaku," ujarnya.

Keputusan likuidasi itu diambil untuk menyelesaikan semua kewajiban atau utang-utang perusahaan oleh para pemegang saham melalui serangkaian rapat umum pemegang saham. Pemegang saham ASEAN Aceh Fertilizer adalah PT Pupuk Sriwijaya, Petronas Malaysia, Pemerintah Thailand, Pemerintah Filipina dan Pemerintah Singapura.

WAHYUDIN FAHMI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Industri Sumber Daya Alam Jadi Andalan
Target Pertumbuhan Industri Kembali Dikoreksi

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk128653 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data