|
Kenaikan Suku Bunga Tak Pengaruhi UKM
Kamis, 03 Juli 2008 | 21:02 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Adi Sasono memastikan, kenaikan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) yang diputuskan Bank Indonesia hari ini tak akan berpengaruh besar bagi sektor KUKM. ”Bagi rakyat kecil bunga (bank) tidak nomor satu, yang penting aksesnya tidak dipersulit,” kata Adi Sasono di Bandung, Kamis (3/7).
Seperti diketahui, hari ini Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga bank acuan (BI Rate) sebesar 25 basis point menjadi 8,75 persen. Sebulan sebelumnya, pada 5 Juni lalu, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 8,5 persen.
Adi mencontohkan, sektor Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terjerat lintah darat dengan bunga pinjaman mencapai 10 persen per bulannya. Pinjaman itu dikejar karena lebih aksesnya dianggap lebih mudah. Dengan begitu, berapa pun kenaikan bunga yang diberlakukan perbankan, bukan menjadi soal bagi pengusaha kecil.
Menurut Adi, kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) adalah konsekuensi akibat kenaikan harga BBM yang tak bisa diimbangi oleh pergerakan sektor real. ”Untuk memulihkannya, kuncinya ada pada kecepatan pelayanan dan kemudahan akses kredit,” kata Adi.
Mayoritas pelaku usaha dalam sektor real, kata Adi, adalah KUKM. Pergerakan sektor ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan di sektor perekonomian Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan keberpihakan pemerintah pada pengusaha kecil. ”Akses jangan dipersulit, jangan dibikin lama, sebab mereka butuh keputusan cepat. Dan itu yang harus diusahakan oleh negara,” kata Adi.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|