|
Investasi Tol Malaysia di Bali Terancam Gagal
Kamis, 03 Juli 2008 | 14:01 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:Rencana Datuk Khalid, suami penyanyi tenar Malaysia Siti Nurhaliza, untuk membangun jalan tol di Bali terancam gagal. Sebab, prosedur perizinan yang rumit dan berbelit bakal menderanya sebelum jalan itu bisa dibangun.
Menurut Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bali Ir Wayan Subagiartha, rumitnya prosedur itu terungkap dalam pertemuan teknis dinas-dinas terkait di Pemda Bali setelah mendengar paparan dari
Investor.
"Hambatan utama dari sisi izin pembangunan jalan dan pengalihan fungsi hutan bakau," kata Subagiartha, Kamis (3/7).
Masukan dari Dinas Perhubungan, untuk pembangunan jalan yang berstatus tol harus melalui izin dari Badan Pengelolaan Jalan Tol (BPJT). Pelaksana proyek pun tidak bisa ditunjuk langsung tetapi harus melalui proses tender. Proses itu, kata dia, sama-sekali diluar kewenangan Pemda Bali.
Dalam rencana yang diajukan oleh konsorsium investor Malaysia, Gridcomm Shd BHD dan Isyoda Corporation Berhad, 4 ruas jalan yang diajukan seluruhnya adalah jalan tol. Jalur tol utama akan melintas di atas permukaan laut Tanjung Benoa menuju wilayah Suwung, Denpasar sepanjang 7,5 km. Investor juga menawarkan pembangunan jalur baru di atas permukaan laut yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua sepanjang 4,5 km.
Ada pula jalan layang di dua lokasi masing-masing di persimpangan Dewa Ruci (simpang siur), Kuta, dan di persimpangan Patung Ngurah Rai, Tuban, arah bandar udara yang dihubungkan dengan tol utama. Biaya pembangunannya adalah sebesar Rp4,102 triliun diluar pembebasan lahan. Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|