|
Pemerintah Siapkan Skenario Harga Minyak Sampai 175 Dolar
Rabu, 02 Juli 2008 | 21:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah telah mengantisipasi berbagai kemungkinan akibat lonjakan harga minyak yang terus terjadi.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu menyatakan pemerintah telah melakukan perhitungan asumsi harga minyak dengan berbagai simulasi harga, dari US$150 per barel sampai US$175 per barel, seperti yang diproyeksikan organisasi negara produsen minyak (OPEC).
"Kita skenariokan sampai US$150 per barel, bahkan lebih dari itu, kita masih dalam posisi aman," kata Anggito di gedung DPR, Rabu (02/07).
Menurutnya, APBN 2008 masih aman meski saat ini harga minyak dunia sudah menembus US$150 per barel. "APBN kita tak ada masalah. Artinya tidak akan menimbulkan tambahan defisit yang tidak bisa dibiayai."
Harga minyak Indonesia sampai Juni, kata Anggito, sudah mencapai US$122 per barel atau melampaui proyeksi harga minyak di APBNP 2008 sebesar US$ 110 per barel.
Kendati meleset, Anggito tetap optimistis tingginya harga minyak malah menaikkan penerimaan dari penjualan minyak Indonesia. Karena itu, tingginya harga minyak dipastikan tidak akan menimbulkan destruksi dalam fiskal. "Jangan lupa juga, kalau harga minyak tinggi, penerimaan kita juga naik dan kita mengalami surplus," katanya.
Yang dikawatirkan pemerintah justru tingginya konsumsi BBM bersubsidi yang akan mengakibatkan tambahan beban subsidi BBM di APBN.
"Sampai Juni kita plot seluruh tahun dalam kisaran 39 sampai 40 juta kiloliter. Jadi dari sisi APBN, prognosa kita menunjukkan tingkat APBN yang aman," katanya.
Lebih lanjut Anggito mengimbau kepada seluruh kementerian/lembaga negara untuk melakukan penghematan di pos anggaran belanja barang. "Belanja-belanja yang bisa di potongs ecara natural itu banyak, misalnya belanja perjalanan dinas, belanja ATK (alat tulis kantor), penghematan untuk belanja-belanja barang yang lain, bahkan penghematan belanja-belanja modal dan sosial," katanya. Gunanto E.S
INDEKS BERITA LAINNYA :
|