|
Penggunaan Benih Jagung Hibrida Masih Rendah
Rabu, 02 Juli 2008 | 19:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Tingkat penggunaan benih jagung hibrida di kalangan petani masih rendah. Dari total tanaman jagung hanya 43 persen yang menggunakan benih hibrida. Sebab benih jagung ini dinilai lebih mahal. Padahal hasilnya bisa mencapai dua kali lipat dari jagung tradisional.
Kepala Divisi Pengembangan Pemasaran Perkebunan PT Bisi Internasinal Tbk. Doddy Wiratmoko, mengatakan benih jagung tradisional hanya menghasilkan 4-5 ton jagung per hektar. Sedangkan benih hibrida bisa menghasilkan 7-8 ton jagung per hektar.
Penggunaan benih jagung hibrida di Indonesia bahkan lebih rendah daripada Vietnam dan Filipina yang mencapai 60 persen dari total lahannya. Karena itu, rendahnya penggunaan benih hibrida ini diprediksi akan berdampak pada minimnya volume produksi jagung nasional.
Di sisi lain, kata Doddy, tingkat penanaman jagung di Indonesia sendiri masih sangat rendah. Dari total 11 juta hektar lahan tanam jagung potensial, baru 3,5 juta hektar yang ditanami jagung. Padahal harga jagung di pasar internasional sedang tinggi karena program konversi bio energi.
ARTI EKAWATI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|