|
| |
|
|
Rencana Subsidi Angkutan Dibahas Ekstra Hati-Hati
Jum'at, 30 Mei 2008 | 18:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah ekstra hati-hati membahas rencana pemberian subsidi untuk angkutan umum seperti yang diminta Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda). Permintaan itu terkait kenaikan harga minyak bersubsidi sejak Jum'at (23/5) pekan lalu.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan rencana itu belum bisa dilaksanakan saat ini. Sebab pemerintah tidak bisa membeda-bedakan dengan sektor lain sebelum peraturannya ada. Saat ini pemerintah masih mengkaji aspek teknis pemberian subsidi.
Teknisnya, kata dia, bisa dengan menggunakan smart card atau kartu pintar. Namun prakteknya nanti harus benar-benar rapi. "Supaya tidak ada angkutan umum yang keluar masuk beli bensin. Sebab bisa jadi mereka malah jadi jual beli bensin," kata Kalla di Jakarta Jum'at (30/5).
Kalla menilai kenaikan harga minyak bersubsidi tidak begitu memukul angkutan umum. Karena itu, kenaikan tarif angkutan dikhawatirkan menurunkan jumlah penumpang. "Saya sudah katakan kepada Organda, hati-hati soal tarif," kata dia.
Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|
|
|
| dibuat oleh Radja:danendro |
| |
|
| Komentar Anda |
|
-
|
Kirim |
|
-
|
Via SMS |
|
|
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS.
Ketik TIJAWAB [spasi] brk124012 [spasi] komentar dan kirim ke 9333 |
|
|