Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Keluar dari OPEC, Indonesia Ingin Tingkatkan Produksi Minyak
Jum'at, 30 Mei 2008 | 18:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan alasan pemerintah memutuskan keluar dari Organization Petroleum Exsporter Country atau OPEC adalah untuk konsentrasi terhadap peningkatan produksi minyak dalam negeri.

Pemerintah memang sedang membicarakan kebijakan ini dan pada waktunya nanti akan diputuskan. “Pemerintah ingin meningkatkan konsentrasi untuk menaikkan produksi dalam negeri," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jumat (30/5) .

Tidak ada keuntungan, ujar Kalla, bila Indonesia tetap di OPEC. Tetapi Indonesia justru harus malu karena bukan negara eksportir minyak, melainkan importir minyak. "Tapi pemerintah optimistis lima tahun ke depan bisa masuk (Opec) lagi," kata Kalla.

Dengan proses eksplorasi yang sudah dimulai 2005, ujar Kalla, pada 2010 atau 2011, kebutuhan minyak di dalam negeri bisa dipenuhi dan mulai terjadi surplus atau peningkatan produksi. Sementara di satu sisi, penghematan minyak tanah dan bahan bakar minyak untuk listrik harus bebas subsidi, sehingga konsumsi turun," kata Kalla.

Anton Aprianto

Dari Arsip Majalah TEMPO
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
Bertaruh di Ambalat | 14 Maret 2005
Tersandung Tanker Sekongkol | 14 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Kecil-kecil Jadi Rebutan | 21 Pebruari 2005
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga Minyak Non Subsidi Naik 5-8 Persen
Pemerintah Umumkan Pemenang Lelang Wilayah Kerja Minyak
Suplai Minyak OPEC Akan Meningkat 2,2 Persen
Pertamina Impor 21 Ribu Ton LPG
OPEC Akan Tambah Jumlah Pasokan Minyak
Minyak Diyakini Tak Bakal Tembus US$ 200 Per Barel
Medco dan Yaman Berbagi Produksi Minyak
Terbakarnya Pipa Gas di Belawan Akibat Pengeboran Liar
Energi Akan Akuisisi 6 Lapangan Migas
Kalla : Beban Kenaikan Minyak Dunia Akan Diimbangi Pajak Yang Tinggi
> selengkapnya...

Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk124008 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data