Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengusaha: Volume Ekspor Bakal Turun
Jum'at, 30 Mei 2008 | 03:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lain pemerintah, lain pula sikap kalangan pengusahan. Mereka menilai pertumbuhan ekspor nonminyak dan gas bumi tahun ini maksimal sekitar 10 persen. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia Totok Dirgantara menagatakan, tahun lalu eksportir bisa bertahan karena volume ekspor bisa naik seiring membaiknya harga komoditas internasional. "Tapi tahun ini, kekhawatirannya harga komoditas tetap sedangkan volume ekspor turun," ujarnya kepada Tempo, Kamis (29/5).

Dia menjelaskan, penurunan volume ekspor sebagai dampak pelemahan ekonomi global yang menyebabkan permintaan menurun. Selain itu kenaikan harga bahan bakar minyak juga mendorong penurunan kapasitas produksi industri. "Saat ini banyak negara juga mengamankan stok pangannya sehingga membatasi impor," katanya.

Pemerintah, kata Totok, tak sigap untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. "Pelemahan rupiah hingga di level Rp 9.375 per dolar AS memasuki masa kritis," ujarnya. Jika rupiah tembus Rp 9.500 akan melampaui level psikologis Rp 10.000. "Situasinya akan serupa dengan krisis moneter sepuluh tahun lalu."

Menurut Totok, pemerintah harus mampu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. "Agar para pengusaha bisa melakukan banyak perhitungan," katanya. Penstabilan nilai tukar lebih penting dibandingkan pembenahan infrastruktur dan biaya ekonomi tinggi.

RR ARIYANI

Dari Arsip Majalah TEMPO
Goyang Sawit ala India | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 07 Maret 2005
Mencungkil Selilit di Tengah Pesta  | 22 Desember 1998
Terbang Lebah ke Timur Tengah | 10 Januari 2005
Tak Surut Selepas Kuota | 10 Januari 2005
Primadona Berminyak Itu  | 13 Oktober 1998
Susan, Biru Eksklusif  | 26 Juli 2004
Naik Jangan Bersorak | 08 November 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Turunkan Target Pertumbuhan Ekspor
Hanya 85 Daerah Berhak Keluarkan Surat Ekspor
Harga Jagung di Malaysia Lebih Tinggi
Pemerintah Tingkatkan Ekspor Bahan Jadi
Pengusaha Nilai Revisi Target Ekspor Realistis
Gorontalo Tetap Ekspor Sapi ke Malaysia
Pemerintah Klaim Ekspor Nonmigas Tetap Tinggi
Ekspedisi Indonesia Pelajari Standar Eropa
Bunga Kredit LPEI Rendah
Ekspor Sapi Perlu Pembatasan
> selengkapnya...

Referensi

Kronologi Larangan Ekspor Pasir Laut
Keppres RI No. 7 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara RI dan Republik Portugal Untuk Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Yang Berkenaan Dengan Pajak Atas Penghasilan Beserta Protokol
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Keppres RI No. 40 Tahun 1999 Tentang Dewan Pembina Industri Strategis
Ekspor-Impor Januari 2007
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Badan Ekspor Impor Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123965 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data