Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Opsi IPO Menguntungkan Krakatau
Kamis, 29 Mei 2008 | 20:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Opsi privatisasi PT Krakatau Steel (Persero) melalui penawaran saham perdana di bursa (initial public offering/IPO) dinilai akan menguntungkan. Investor diproyeksikan akan menyambut baik karena baja merupakan komoditas yang semakin menarik.

Pengamat pasar modal Budi Ruseno mengatakan, alasan penolakan opsi IPO karena pasar bursa tak kondusif sebagai bentuk ketidakjelasan. Alasannya, saat ini saja beberapa perusahaan mengambil opsi menjual sahamnya melalui bursa. Dia menyebutkan PT Adaro Indonesia yang memiliki aset Rp 14,8 triliun akan melepas 35 persen sahamnya dengan target Rp 12 triliun. "Pasar pun antusias dan ini berhasil," ujarnya, Kamis (29/5).

Krakatau, kata Budi, lebih memiliki peluang besar masuk pasar bursa. "Industri baja itu sangat strategis, apalagi harga komoditas ini terus mengalami kenaikan," katanya. Dengan adanya kenaikan harga minyak mentah, harga baja canai panas (hot rolled coal) bertengger di harga US$ 1.100 per ton freight on board, padahal pada Maret harga baja jenis itu sekitar US$ 800 per ton FOB.

Jika melalukan IPO, kata dia, peluang Krakatau melakukan restrukturisasi keuangan akan semakin terbuka. "Bisa lewat cara lain, seperti penerbitan saham baru," ujarnya.

Pengamat ekonomi Iman Sugema menyatakan, privatisasi Krakataumelalui penjualan ke mitra strategis dinilai akan mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah. Publik mengartikan penjualan Krakatau ke mitra strategis sebagai langkah pemerintah yang mengorbankan kepentingan nasional.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid mengatakan, pemerintah telah kehilangan kepercayaan masyarakat karena menaikkan harga jual bahan bakar minyak. "Apabila penjualan ke mitra strategis dilanjutkan, kepercayaan kepada pemerintah akan semakin rendah," ujaranya. Dia menyarankan, pemerintah seharusnya menyerahkan opsi privatisasi ke manajemen Krakatau.

Di tempat terpisah Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Deputi Perdana Menteri yang sekaligus merangkap Menteri luar negeri Luxembourg Jean Asselborn melakukan pembicaraan soal rencana privatisasi ArcellorMittal ke Krakatau Steel. "Ini pembicaraan perdagangan dan investasi dengan Luxemburg termasuk tentang ArcelorMittal yang kantor pusatnya di Luxemburg," kata Kalla setelah menerima Jean di Kantor Wakil Presiden, Kamis (29/5).

Namun menurut Kalla pembicaraan tersebut tidak sampai pada poin kesepakatan apakah ArcellorMittal bisa masuk ke Krakatau Steel. "Semua kami kaji usulnnya, nanti Mittal akan dibandingkan dan disandingkan dengan para pihak yang berminat seperti Tata dan Poscow dan lain-lain," ujarnya.

YULIAWATI | ANTON APRIANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Komisi Perindustrian Setuju IPO Krakatau
Posco Tertarik Jadi Mitra Strategis Krakatau
Menteri Pertahanan Dukung IPO Krakatau
Opsi Pinjaman Bank Terbuka Buat Krakatau
Amien Rais Tolak Penjualan Krakatau Steel
Mahasiswa Banten Tolak Privatisasi Krakatau Steel
Krakatau Akan Hitung Kembali Aset
"Proposal ArcelorMittal Tak Fokus"
BlueScope Belum Spesifik Minati Krakatau Steel
Departemen Pertahanan: Krakatau Steel Industri Strategis
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123953 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data