Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Operator Perketat Biaya Operasional
Kamis, 29 Mei 2008 | 01:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memang tak berpngaruh pada tarif retail telekomunikasi, tapi pada biaya operasional perusahaan operator telekomunikasi. Itu sebabnya, operator berupaya melakukan efisiensi dan pengetatan pada beberapa serta perencanaan yang matang.

Direktur PT Hutchison CP Telecomunications Sidharta Sidik mengatakan kenaikan harga BBM akan berpengaruh pada kenaikan biaya operasional atau operational expenditure. Maka perusahaan dari Hongkong operator Three ini berencana memperketat pengeluaran variabel yang bisa ditekan. "Agar lebih efisien, kami sudah mereview lebih terperinci," kata Sidharta kepada Tempo Selasa lalu di Jakarta.

Beberapa biaya variabel yang bisa ditekan, ia meneruskan, seperti pembelian spare part (suku cadang), biaya perawatan, serta pengeluaran. Biaya iklan juga sedang dipertimbangkan untuk dipangkas. Sidharta berjanji pengurangan biaya operasional tak akan mengurangi kualitas layanan Three.

Vice President and marketing communication PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) sependapat bahwa kenaikan harga BBM berpengaruh pada biaya operasional. "Meskipun tak signifikan, hanya 3-4 persen," ujarnya. Tapi, efisiensi tetap akan menjadi prioritas.

Telkom juga sudah mulai mengantisipasi penggunaan BBM untuk Based Transceiver Station (BTS) yang belum terjangkau listrik. "Tapi sudah mulai difokuskan dengan memakai tenaga matahari.” Sedangkan untuk biaya promosi, Eddy menjelaskan, akan diperhitungkan dengan lebih cermat agar lebih tepat sasaran. Ia mencontohkan, fokus promosi diperjelas sehingga tujuan memperluas pasar tercapai tapi tanpa pemborosan.

Adapun Manager Public Relation Corporate Communication PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL), Febriati Nadira, menyatakan belum ada kebijakan pengetatan anggaran dari manajemen, termasuk pengetatan anggaran promosi. Tapi ia membenarkan bahwa biaya operasional akan membengkak seiring dengan lonjakan harga BBM hingga 30 persen. “Belum ada pembahasan lebih lanjut,” ucapnya.

Dian Yuliastuti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123888 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data