Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kartu Pintar Bahan Bakar untuk Kendaraan Umum
Kamis, 22 Mei 2008 | 18:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menyatakan, penggunaan kartu pintar (smart card) untuk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diperuntukan untuk kendaraan umum. "Kendaraan pribadi tidak dapat smart card," ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis (22/5).

Purnomo menjelaskan, penggunaan kartu pintar mulai efektif awal 2009. Pendistribusian kartu akan dilakukan pada September 2008 hingga akhir tahun dan hanya bersifat evaluatif. "Kami lakukan evaluasi dulu baru dilakukan bertahap," katanya. Distribusi kartu pintar untuk membatasi penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi dipusatkan di wilayah Jawa-Bali.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim mengatakan perbedaan harga bahan bakar minyak menjadi tiga jenis akan dimulai awal 2009. "Selama smart card belum berlaku, perbedaan harga belum diberlakukan," katanya. Ketiga jenis harga itu antara lain, harga bahan bakar subsidi untuk pemegang kartu pintar (smart card), harga bahan bakar nonpengguna kartu pintar, serta harga bahan bakar minyak industri atau harga keekonomian.

Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan terkait kehandalan teknologi dan kecakapan manusia. "Perlu ada pelatihan manusia dan persiapan apabila mesin ngadat," katanya.

Pengumuman pelaksanaan tender, kata Ibrahim akan dimulai minggu depan. "Butuh waktu 45 hari untuk menjalankan proses tender," katanya. Biaya pengadaan kartu pintar dan tender diperkirakan sekitar Rp 300 miliar. Sebelumnya, BPH Migas juga telah mengeluarkan dana sebesar Rp 150 miliar untuk survei penggunaan bahan bakar minyak.

Batam dan Bali akan dipilih sebagai proyek percobaan penggunaan kartu pintar bahan bakar minyak pada Juni mendatang. Sebelumnya kedua pemerintah daerah itu menyatakan penolakannya atas rencana pemerintah tersebut.

AMIRULLAH | YULIAWATI

Dari Arsip Majalah TEMPO
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
Berbelok di Tikungan Akhir | 28 Maret 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Kaum Miskin Ketinggalan | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
Bak Kembali ke Perut Bumi | 14 Maret 2005
Tergagap di Tingkat Lokal | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mahasiswa Surabaya Tabur Bunga di DPRD
Pemerintah Pastikan Kenaikan Harga BBM Sebesar 28,7 Persen
Pemerintah Kebumen Khawatirkan Penyaluran Bantuan Tunai
Penerima BLT di Kota Bekasi Bisa Dialihkan
1.683 Rumah Tangga Miskin Tak Layak Terima BLT
Kepala Desa Ancam Tolak Ikut Campur Program BLT
Semarang Anggarkan Dana Pendamping BLT
BPH Migas Tak Mampu Kendalikan Konsumsi BBM
DPRD Jawa Tengah Minta Program BLT Dibatalkan
Kenaikan Harga BBM Maksimal 30%
> selengkapnya...

Referensi

Berpihak pada Orang Kaya
Siapa Boleh Membeli

Website

PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123519 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Anomali Kesebelasan Kroasia
Hari Ini PKB Gus Dur Alan Duduki Kantor KPU
Lukman Edi: DPP PKB Kalibata Penuh Preman
Persija Libas PSIS
Kebakaran di Bawah Gerbang Jalan Tol Kemayoran

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data